Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Kabar Tol Brexit? Ini Kondisi Terbarunya...

Kompas.com, 3 Juni 2018, 06:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

BREBES, KOMPAS.com - Gerbang Tol (GT) Brebes Timur atau biasa disebut Brexit, pernah demikian populer pada musim mudik 2016 lalu.

Bukan tanpa sebab Brexit diulas media arus utama Nasional, bahkan dunia. Salah satu akses keluar dari Jalan Tol Pejagan-Pemalang ini awalnya diharapkan menjadi pengurai kemacetan.

Namun, kenyataannya kendaraan pemudik parkir bersama dengan panjang antrean mencapai 18 kilometer. Hal ini terjadi pada 1 Juli 2016 atau lima hari jelang Lebaran 2016.

Baca juga: Kendaraan Mengular 18 Kilometer Menuju Brebes Timur

Macet total lebih dari 20 jam ini menyebabkan banyak korban berjatuhan. Setidaknya 12 orang meninggal akibat kelelahan. 

Sejatinya, kepadatan di Tol Pejagan-Pemalang tersebut mulai terlihat dua hari sebelumnya. Puncaknya pada hari itu, antrean kendaraan mengular hingga jelang pintu keluar Brexit.

Kendaraan melintas di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Perawatan dilakukan guna persiapan arus mudik 2018. Ruas Tol Pejagan-Pemalang seksi II dan IV (Brebes Timur-Pemalang) siap diujicoba beroperasi sehingga dapat digunakan pada arus mudik lebaran 2018.MAULANA MAHARDHIKA Kendaraan melintas di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Perawatan dilakukan guna persiapan arus mudik 2018. Ruas Tol Pejagan-Pemalang seksi II dan IV (Brebes Timur-Pemalang) siap diujicoba beroperasi sehingga dapat digunakan pada arus mudik lebaran 2018.

Padahal PT Pejagan Pemalang Toll Road selaku operator jalan tol ini sudah membuka seluruh 8 gardu yang ada. Dan seluruh gardu digunakan untuk exit atau keluar kendaraan.

Masalah utama setelah GT Brexit adalah kemacetan di jalan pantai utara Jawa (Pantura). Dari pantauan Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com, jalur utama Pantura Jawa memang sudah dipadati kendaraan sejak siang harinya.

Hal ini berimbas pada kondisi arus lalu lintas di ruas Tol Pejagan-Pemalang. Kendaraan baru bisa bergerak setiap 20 menit hingga 30 menit.

Dalam kurun waktu itu pula kendaraan dari Pejagan yang menuju Brebes Timur benar-benar berhenti dan terlihat seperti parkir berjamaah.

Foto udara jalur ruas Tol Pejagan-Pemalang di Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Ruas Tol Pejagan-Pemalang seksi II dan IV (Brebes Timur-Pemalang) siap diujicoba beroperasi sehingga dapat digunakan pada arus mudik lebaran 2018.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara jalur ruas Tol Pejagan-Pemalang di Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Ruas Tol Pejagan-Pemalang seksi II dan IV (Brebes Timur-Pemalang) siap diujicoba beroperasi sehingga dapat digunakan pada arus mudik lebaran 2018.
Nah, bagaimana kabar GT Brexit kini?

Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com, kembali memantau secara langsung kondisi di lapangan.

13 hari jelang Lebaran, kondisi faktual ruas tol dengan panjang total 57,5 kilometer ini tengah dilakukan perawatan.

Mulai dari peletakan rubber cone, penegasan marka jalan, hingga pemasangan lampu penerang jalan di beberapa Simpang Susun.

Kepala Seksi Pemeliharaan Tol Pejagan-Pemalang Mita Lolita menuturkan, pemeliharaan dilakukan secara berkala. Jelang mudik tahun ini, aktivitas tersebut makin intensif dilakukan.

"Kami ingin pemudik merasa nyaman melakukan perjalanannya. Untuk biaya pemeliharaan kami tidak bisa menyebutkan. Tapi yang pasti ini terus kami tingkatkan," kata Mita kepada Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com, Sabtu (2/6/2018).

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau