Pembeli Properti Lewat Internet Melonjak 95 Persen

Kompas.com - 30/05/2018, 14:35 WIB
CEO Star Home, Andrew Alexander, pada diskusi bertajuk Impact of Digital Era to Sales Property di FX Sudirman, Senin (28/5/2018). Dok Star HomeCEO Star Home, Andrew Alexander, pada diskusi bertajuk Impact of Digital Era to Sales Property di FX Sudirman, Senin (28/5/2018).
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Seratus persen calon pembeli properti pasti akan memanfaatkan dunia maya menjadi sumber referensi saat mencari properti. Bukan lagi mencari informasi, tapi membeli produk properti pilihannya.

Itulah yang dikatakan CEO Star Home, Andrew Alexander, pada diskusi bertajuk "Impact of Digital Era to Sales Property" di FX Sudirman, Senin (28/5/2018). Menurut dia, kehadiran internet makin membuat pola kehidupan berubah total, karena jika sebelumnya orang melakukan segala sesuatu secara manual, kini internet membuat masyarakat mencari apapun hanya lewat layar ponsel cerdasnya.

"Termasuk urusan cari properti seperti rumah atau apartemen. Berbeda dengan zaman dulu, mereka yang mau cari rumah atau apartemen harus lihat dulu iklan di media konvensional atau bertanya ke orang terdekat. Sekarang sudah berubah, orang bahkan bisa melakukan survei awal terhadap sebuah bangunan hanya dengan menggunakan jarinya," kata Andrew.

Pola tersebut semakin berkembang di dunia properti saat ini. Jika dulu tenaga pemasar atau penjual (sales) properti harus membawa brosur iklan dan menawarkan dari pintu ke pintu, sekarang mereka aktif melakukan penjualan melalui strategi digital marketing.

"Mereka sudah tak perlu buang banyak waktu si calon pembelinya. Bahkan, sekarang pembelinya bisa datang sendiri, karena sebagian besar calon pembeli rumah atau apartemen sudah mencari sendiri referensi di internet," ujar Andrew.

Untuk menangkap potensi itulah, menurut dia, Star Home berinisiaif menjadi portal referensi properti dengan menyiapkan sebuah apps. Aplikasi ini bisa membantu tenaga penjual atau malah orang awam untuk mengontrol transaksi.

Sementara itu, CEO Bewei Digital, Hanny Setiawan, memprediksi tren penggunaan internet beberapa tahun belakangan di masyarakat modern makin berkembang. Hal itu juga yang membuat orang makin terbiasa mencari hunian lewat dunia maya.

"Beberapa tahun lalu jumlah pencari properti lewat internet hanya di kisaran 20-30 persen, sekarang jumlahnya melonjak jadi 95 persen. Sekarang ini kan orang cenderung memakai mesin pencarian Google untuk segala kebutuhannya," cetus Hanny.

Berangkat dari pencarian lewat online itulah, lanjut Hanny, baru kemudian konsumen yang berniat membeli akan mencari informasi lebih jauh propertinya dengan melakukan survei lokasi.

"Bisa dilihat bahwa sekarang ini sudah terjadi perubahan gaya hidup mayarakat Indonesia lewat internet. Kalau dulu orang bikin situs buat gaya-gayaan, sekarang kebalikannya. Makin banyak orang bikin website itu untuk jualan produknya," ujar praktisi digital marketing ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X