Ada dua titik yang perlu diantisipasi yaitu exit toll Krapyak di Kota Semarang, dan exit toll Salatiga.
“Krapyak itu perlu diantisipasi karena ada tambahan jalur baru dari Batang. Itu pasti akan terjadi bottleneck di sana jadi perlu rekayasa. Lalu keluar Salatiga itu jalannya kecil sekali,” ujar Juliari kepada Kompas.com, saat kunjungannya di Semarang, Minggu (27/5/2018).
Dia menuturkan, pemerintah harus sejak dini mengantisipasi potensi titik kemacetan baik di jalan tol yang sudah operasional maupun masih fungsional. Selain itu, pemerintah harus tetap memperhatikan potensi kemacetan di jalan nasional pantai utara (pantura) Jawa.
Baca kelanjutannya Krapyak dan Salatiga, Potensial Macet Parah Saat Mudik
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.