Berita Menarik: Toko Apple Bangkrut hingga Kondisi Jalur Mudik

Kompas.com - 28/05/2018, 12:04 WIB
Pekerjaan pengurukan tanah di Jembatan Sereng Baru pada proyek Tol Pemalang-Batang Paket 3, Sabtu (26/5/2018). Kompas.com / Dani PrabowoPekerjaan pengurukan tanah di Jembatan Sereng Baru pada proyek Tol Pemalang-Batang Paket 3, Sabtu (26/5/2018).

Basuki menjelaskan, pembangunan jalan layang merupakan usulan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Rimciannya Jalan Layang Lengkapi Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang

4. Sejumlah titik di Tol Pemalang-Batang masih tanah merah

Sejumlah titik di jalan tol yang akan dibuka fungsional saat lebaran nanti masih berupa tanah merah. Meski demikian, pengelola jalan tol, PT Pemalang-Batang Toll Road (PBTR) memastikan akan membangun lapisan lean concrete agar dapat dilalui dengan nyaman oleh pemudik.

Tanah merah ini terutama bisa dijumpai pada pekerjaan Paket 3. Panjangnya kurang lebih sekitar 3 kilometer.

Secara keseluruhan, panjang jalan Paket 3 ini mencapai 17,8 kilometer. Pekerjaan konstruksi jalan ini dipegang oleh PT Sumber Mitra Jaya (SMJ).

Namun, 5 kilometer pekerjaan konstruksinya dibantu pekerjaannya oleh PBTR.

Selengkapnya  Beberapa Titik Masih Tanah Merah di Tol Fungsional Pemalang-Batang

Masjid Jami Baitul Mustaghfirin masih berdiri kokoh di tengah jalan Tol Semarang-Batang seksi V Kaliwungu-Krapyak, Jumat (18/5/2018)KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Masjid Jami Baitul Mustaghfirin masih berdiri kokoh di tengah jalan Tol Semarang-Batang seksi V Kaliwungu-Krapyak, Jumat (18/5/2018)

5. Krapyak dan Salatiga berpotensi macet parah saat mudik

Anggota Komisi VI DPR RI Juliari Batubara meminta pemerintah memperhatikan potensi kemacetan parah saat mudik Lebaran 2018, terutama di wilayah Jawa Tengah.

Ada dua titik yang perlu diantisipasi yaitu exit toll Krapyak di Kota Semarang, dan exit toll Salatiga.

“Krapyak itu perlu diantisipasi karena ada tambahan jalur baru dari Batang. Itu pasti akan terjadi bottleneck di sana jadi perlu rekayasa. Lalu keluar Salatiga itu jalannya kecil sekali,” ujar Juliari kepada Kompas.com, saat kunjungannya di Semarang, Minggu (27/5/2018).

Dia menuturkan, pemerintah harus sejak dini mengantisipasi potensi titik kemacetan baik di jalan tol yang sudah operasional maupun masih fungsional. Selain itu, pemerintah harus tetap memperhatikan potensi kemacetan di jalan nasional pantai utara (pantura) Jawa.

Baca kelanjutannya Krapyak dan Salatiga, Potensial Macet Parah Saat Mudik

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X