Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berita Menarik: Toko Apple Bangkrut hingga Kondisi Jalur Mudik

Kompas.com, 28 Mei 2018, 12:04 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tsunami ritel tak hanya melanda produk ritel seperti pakaian, makanan dan furnitur. Bahkan produk teknologi sekaliber Apple pun terkena dampaknya.

Kabar soal tutupnya toko Apple di Atlantic City, AS, menjadi salah satu berita terpopuler di kanal properti Kompas.com, Minggu (27/5/2018).

Selain itu, kondisi terkini soal jalur mudik di Tol Batang-Semarang juga tak luput dari perhatian.

Berikut informasi lengkap soal kabar terpopuler sepanjang kemarin:

1. Apple tutup toko

Kabar nelangsa industri ritel datang silih berganti. Bukan hanya toko pakaian, makanan, dan furnitur, bahkan pebisnis teknologi wahid pun mesti melepas aset propertinya.

Kali ini, giliran raksasa digital dunia Apple menutup tokonya. Sebagai peritel kelas akbar, Apple tak kuasa menahan terjangan tsunami ritel.

Sebagaimana diwartakan Bloomberg, Sabtu (26/5/2018), Apple resmi mengumumkan ambruknya gerai ritel mereka di Atlantic City, New Jersey, Amerika Serikat.

Sebanyak 52 karyawan terkena efek stop beroperasinya toko tersebut.

Selengkapnya Toko Apple Gulung Tikar

Founder Triniti Land Bong Candra berpose di depan maket Collins Boulevard diapit jajaran direksi.Hilda B Alexander/Kompas.com Founder Triniti Land Bong Candra berpose di depan maket Collins Boulevard diapit jajaran direksi.

2. Resmi meluncur, proyek multifungsi Rp 2 triliun di Tangerang

Termotivasi penjualan maksimal proyek-proyek sebelumnya, Triniti Land melansir Collins Boulevard di Tangerang, Banten, Sabtu (26/5/2018).

Proyek dengan estimasi gross development value (GDV) senilai Rp 2 triliun ini dikembangkan dengan konsep multifungsi.

Di dalamnya mencakup tiga menara apartemen dengan total 2.400 unit, satu menara perkantoran, hotel bintang empat, dan lifestyle plaza.

Menjawab Kompas.com, Founder Triniti Land Bong Candra mengatakan, pasar apartemen di Tangerang, dan Tangerang Selatan, terutama kawasan Gading Serpong sangat potensial.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau