Wika Sebut Kecelakaan Kerja di Tol Terbanggi Besar karena Angin

Kompas.com - 20/04/2018, 13:37 WIB
Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Bakauheni, Lampung. Gambar diambil Jumat (6/11/2015).Arimbi Ramadhiani Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Bakauheni, Lampung. Gambar diambil Jumat (6/11/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyatakan kasus kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang terjadi, Rabu (18/4/2018) lalu, bukan disebabkan karena jembatan ambruk atau rubuh.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Wika Puspita Anggraeni, peristiwa itu terjadi pada saat pekerjaan pembesian abutment (struktur penyangga) dilakukan. Pada saat itu angin bertiup kencang di lokasi sehingga membuat besi yang sedang didirkan rebah.

Baca juga : Jembatan Tol Trans Sumatera Roboh, Wika Pastikan Tangani 5 Korban Luka

"Pada saat pekerjaan pembesian abutment dilakukan, angin bertiup kencang di lokasi pekerjaan dan menyebabkan besi abutment dinding jembatan yang bersifat lentur (tidak kaku seperti besi profil) yang sedang diberdirikan untuk dipasang pengikat horisontal rebah dan bukan ambruk atau roboh,” beber Puspita kepada Kompas.com, Jumat (20/4/2018).

Pascaperistiwa itu terjadi, pemeriksaan terhadap besi yang akan dicor itu pun dilakukan. Dari hasil pemeriksaan diketahui pekerjaan dapat dilanjutkan kembali.

Pekerjaan pembesian abutment kemudian dilakukan ulang dengan menganalisa cuaca buruk yang bisa kembali terjadi sehingga metode yang digunakah diubah dengan faktor pengaman tambahan.

Sebelumnya memotong besi yang sudah tertanam pada footing dan melakukan pemasangan pembesian menjadi dua tahap pemasangan.

Tahap 1 footing dicor bersama 3 meter besi dinding yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan besi tahap 2 yang dipasang overlaping dengan tahap 1.

"Setelah itu dilakukan pemasangan bekisiting dinding dan melakukan pengecoran dinding,” kata Puspita.

Akibat perisitiwa tersebut lima orang pekerja mengalami cidera. Empat diantaranya telah diperbolehkan untuk pulang setelah mendapatkan perawatan medis.

Sementara satu orang lainnya masih diberikan perawatan inap di rumah sakit guna memastikan kondisi kesehatannya kembali pulih.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X