Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/04/2018, 13:06 WIB
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan berorientasi transit yang dirancang pemerintah dapat mengurangi pengguna kendaraan pribadi, jika sarana Transit Oriented Development atau TOD menjamin kenyamanan warga.

Upaya mengajak warga beralih ke angkutan umum akan semakin efektif tergantung dengan jaringan pada simpul dan daerah pelayanannya. Jika itu bisa terwujud, penggunaan waktu perjalanan orang di tengah kota semakin efektif.

Pengamat perkotaan, Yayat Supriatna, mengatakan, jika TOD dikembangkan di daerah pinggiran atau daerah penyangga ibukota yang arahnya ke dalam kota, cara ini bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi selama sarana yang disediakan menjamin kenyamanan.

Pemerintah Indonesia menargetkan 1,2 juta orang akan berpindah dari kendaraan pribadi jika kereta ringan (LRT) sudah beroperasi. Menurut Yayat, hal itu bisa saja terjadi jika sarana dan prasarana pendukung seperti ruang tunggu, terminal dan akses untuk mencapainya mudah dan nyaman.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik DKI Jakarta tahun 2015, jumlah kendaraan pribadi di DKI Jakarta lebih dari 18,6 juta unit. Pengguna angkutan umum di Ibu kota baru mencapai 24 persen, sedangkan pergerakan orang di Jabodetabek mencapai 47,5 juta hingga 50 juta orang.

Setiap hari ada 1,4 juta pelaju dari daerah sekitar Ibu Kota. Kecenderungan perluasan di wilayah Jabodetabek yang pesat, secara signifikan meningkatkan biaya transportasi, mengurangi tingkat mobilitas, dan menurunkan kualitas hidup.

Yayat menambahkan, sedikit banyaknya masyarakat yang beralih ke transportasi umum tergantung jumlah penduduk dan wilayah yang dilayani.

"TOD seharusnya bisa mengintegrasikan antarmoda. Jika ini bisa diwujudkan, tentu akan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan angkutan umum," jelas Yayat, Kamis (19/4/2018).

"Kemungkinan yang berpindah dengan adanya TOD ini kita anggap sekitar 20 sampai 30 persen dari perjalanan warga Jabodetabek yang mencapai 50 juta perjalanan," tambahnya.

Di satu sisi Yayat menilai manfaat TOD cukup besar. Selain bisa ikut mengatasi masalah lalu lintas, TOD juga berpotensi menumbuhkan perekonomian kawasan. Ke depan akan terjadi redistribusi fungsi, menjadikan wilayah luar jakarta sebagai kawasan bisnis, perkantoran dan sebagainya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+