Jakarta di Ambang Kelangkaan Air Minum (VI)

Kompas.com - 06/03/2018, 07:00 WIB
Kondisi terkini dari lokasi pembangunan RTH TB Simatupang Park, Senin (5/3/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOKondisi terkini dari lokasi pembangunan RTH TB Simatupang Park, Senin (5/3/2018).

"Yang harus dilakukan yaitu revitalisasi situ, danau, embung, waduk (SDEW), melebarkan badan air dan menata badan tepian SDEW menjadi taman SDEW," kata Nirwono.

Baca juga : Jakarta di Ambang Kelangkaan Air Minum (IV)

Selain itu, Pemprov DKI juga perlu menambah ruang terbuka hijau baru (RTH) sebagai daerah resapan air. RTH ini dapat berupa taman kota, taman makam, hutan kota, kebun raya, hingga jalur hijau.

Semakin luas RTH-nya, maka kemampuan kota dalam meredam banjir dan menabung air di kala musim hujan akan semakin besar.

Dengan demikian, cadangan air bersih yang bisa dikonsumsi sebagai air minum pun akan semakin melimpah saat kemarau.

"Selain itu, naturalisasi bantaran sungai yang ditata atau dihijauhkan kembali sebagai RTH jalur hijau bantaran kali yang berfungsi meredam aliran air, menyerap air permukaan sungai dan habitat ekosistem tepian air," papar Nirwono.

Baca juga : Jakarta di Ambang Kelangkaan Air Minum (V)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari BBC sebelumnya, Jakarta masuk ke dalam kota-kota besar yang terancam mengalami kelangkaan air minum.

Kenaikan permukaan air laut sebagai akibat penurunan tanah lantaran sumber air tanah yang terus disedot menjadi salah satu faktornya.

Jakarta Skyline.worldpropertychannel.com Jakarta Skyline.
Kurang dari separuh dari 10 juta penduduk yang memiliki akses terhadap air ledeng, terjadi penggalian sumur secara tidak sah.

Praktik ini mengurang cadangan kantung air bawah tanah, hampir secara harafiah mengempiskannya.

Bank Dunia memprediksi sekitar 40 persen wilayah Jakarta saat ini berada di bawah permukaan laut.

Kondisi lebih buruk diperburuk, karena saat hujan lebat terjadi justru tidak terjadi pengisian ulang. Pasalnya, seantero kota dipenuhi beton dan aspal, sehingga lapangan terbuka pun tak bisa menyerap curah hujan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X