Kompas.com - 05/03/2018, 10:56 WIB
Ilustrasi air minum langsung dari keran ThinkstockIlustrasi air minum langsung dari keran

Pada 2016, krisis air di Sao Paolo sempat dianggap selesai. Namun, krisis kembali terjadi pada Januari 2017, setelah cadangan air utama mereka kembali minus, yaitu 15 persen di bawah perkiraan.

2. Bangalore

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak tumbuh sebagai pusat tenknologi, kota ini kerepotan dalam mengelola sistem air dan limbah kota mereka.

Data menunjukkan bahwa 85 persen persediaan air danau dan situ di kota itu hanya bisa digunakan untuk irigasi dan pendinginan industri.

3. Beijing

Hampir 20 persen dari total penduduk di dunia, tinggal di China. Namun, negara ini hanya memiliki 7 persen air tawar dunia.

Selain itu, 40 persen air permukaan Beijing tercemar, sehingga tidak dapat digunakan untuk keperluan pertanian atau industri sekali pun.

Pada 2014, penduduk Beijing hanya mendapat air 145 meter kubik per orang.

4. Mesir

Sungai Nil di negara ini merupakan pemasok 97 persen kebutuhan air masyarakat. Ironisnya, sungai ini juga menjadi hilir dari limbah pertanian dan sampah rumah tangga yang tidak diolah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.