Biaya Penyedotan Limbah Tinja Digabungkan dengan Rekening Air - Kompas.com

Biaya Penyedotan Limbah Tinja Digabungkan dengan Rekening Air

Kompas.com - 27/01/2018, 09:00 WIB
Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi, Medan, Sumatera Utara.Arimbi Ramadhiani Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi, Medan, Sumatera Utara.

MEDAN, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah membangun Instalasi Pengolahan Limbah Tinja ( IPLT) di Medan, Sumatera Utara.

IPLT yang dioperasikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi ini mampu melayani 50.000 kepala keluarga (KK).

Jumlah ini lebih besar daripada sambungan perpipaan yang sudah ada, hanya melayani 20.000 KK.

"Nanti, dia (masyarakat) di-charge sekaligus dengan air minumnya. Sekarang lagi dihitung berapa kena biayanya," ujar Menteri PUPR Basuki menjawab KOMPAS.com, Jumat (26/1/2018).

Ia menjelaskan, cara kerjanya, tinja dari rumah-rumah masyarakat akan diambil dengan mobil tanki kemudian dibawa ke PDAM untuk diolah.

Penyedotan ini akan dilakukan selama 2 tahun sekali. Biayanya diperkirakan sekitar Rp 15.000 untuk sekali penyedotan.

"Nantinya, supaya tidak terlalu memberatkan masyarakat, biayanya akan dibagi per bulan ke rekening air," sebut Basuki.

Dengan adanya IPLT on site ini, limbah yang dibawa truk tinja akan diolah di IPLT. Hasil pengolahannya berupa lumpur yang dikeringkan untuk dimanfaatkan sebagai pupuk.

Disamping itu air hasil pengolahannya juga aman dibuang ke saluran pembuangan sehingga tidak mencemari lingkungan.

 


EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X