Kata Basuki, Kontraktor Indonesia Jangan Minder Sama Jepang

Kompas.com - 29/01/2018, 22:30 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai peresmian Stadion Utama GBK di Jakarta, Minggu (13/1/2018). Arimbi RamadhianiMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai peresmian Stadion Utama GBK di Jakarta, Minggu (13/1/2018).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyta (PUPR) Basuki Hadimuljono kembali mengingatkan kepada kontraktor untuk menerapkan sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3) setiap menggarap sebuah proyek.

Menurut Basuki, tak jarang mental kontraktor Indonesia turun ketika melihat hasil pekerjaan kontraktor asing, khususnya Jepang.

Selain berkualitas, kontraktor Jepang juga selalu menerapkan sistem K3 sesuai prosedur operasional standar (SOP).

"Kita juga bisa, jangan minder. Kita tidak boleh beretorika seperti itu. K3 is a must," kata Basuki saat meresmikan Komite Keselamatan Kerja (KKK) di Auditorium Kementerian PUPR, Senin (29/1/2018).

Basuki mengatakan, pembentukan KKK merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mendorong kontraktor untuk selalu mematuhi SOP.

"Apa yang sudah kita tandatangani bersama tadi, tentang materialnya, manusianya, peralatannya, metodologinya, teknologinya yang harus sesuai dengan yang disepakati dan distandarkan dengan kaidah-kaidah yang ada," tutur Basuki.

Dalam kesempatan itu, Basuki juga menyoroti persoalan lingkungan kerja sebuah proyek. Di setiap kesempatan, ia mengaku, kerap menghubungi pimpinan proyek bila mendapati  ketidakberesan di sebuah lingkungan kerja.

Bahkan dua tahun lalu, ia perah mengumpulkan sejumlah kontraktor nasional, untuk membandingkan cara kerja mereka dengan cara kerja kontraktor asing yang membantu Indonesia dalam menggarap proyek infrastruktur. Misalnya, dalam pembangunan proyek mass rapid transit (MRT).

"Saya undang semua dan saya bandingkan. Mengapa diawai orang Jepang jauh lebih baik dibandingkan dengan diawasi orang sendiri. Kita harus ubah betul mental kita," kata dia.

Untuk diketahui, dalam catatan Kompas.com, ada 11 kasus kecelakaan konstruksi yang tejadi dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Kasus itu seperti jatuhnya crane pada proyek light rail transit (LRT) Palembang, ambruknya Jembatan Tol Bocimi, dan jatuhnya crane pada proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR).

Kemudian, jatuhnya girder pada proyek Tol Pasuruan-Probolinggo, ambruknya girder jembatan penyeberangan orang Tol Pemalang-Batang, tergulingnya girder Tol Depok-Antasari, hingga jatuhnya girder LRT di Utan Kayu, Jakarta Timur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X