Langka di Indonesia, Tenaga Teknik Kelistrikan Disertifikasi

Kompas.com - 25/10/2017, 20:00 WIB
Sertifikat kompetensi tenaga distribusi, transmisi dan IPTL yang berasal dari Riau, Aceh dan Medan, Rabu (25/10/2017) KOMPAS.com / Mei LeandhaSertifikat kompetensi tenaga distribusi, transmisi dan IPTL yang berasal dari Riau, Aceh dan Medan, Rabu (25/10/2017)
|
EditorHilda B Alexander

MEDAN, KompasProperti - Menjalankan amanat Pasal 44 ayat 6 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan yang mewajibkan setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi, DPD Asosiasi Kontraktor Kelistrikan Indonesia (DPD Akklindo) Provinsi Riau menggelar uji kompetensi ketenagalistrikan di Kota Medan.

Acara yang berlangsung mulai Rabu (25/10/2017) sampai Sabtu (28/10/2017) ini dikuti 48 peserta tenaga distribusi, transmisi dan instalasi pemanfaatan tenaga listrik (IPTL) yang berasal dari Riau, Aceh dan Medan.

Para assessornya berasal dari Akklindo Provinsi Riau, salah satu dari 19 lembaga sertifikasi kompetensi yang diakui Dirjen Kelistrikan. Terdiri dari pensiunan PLN, akademisi dan organisasi dari PT Lembaga Sertifikasi Kompetensi Ikatan Ahli Teknik Kelistrikan Indonesia (Eleska IATKI).

Anggota Komisi VII DPR RI DR H Andi Jamaro Dulung dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan pada pembukaan uji kompetensi mengatakan, sangat mengapresiasi dan mendukung.

Sebagai wakil rakyat, dirinya bersama pemerintah menggodok UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Dia merasa bangga dengan upaya DPD Akklindo Riau bersama PT Tetap Terus Terang dan PT Horas Bangun Persada mengimplementasikan Pasal 44 Ayat 6.

"Setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi. Hal ini wajib dicermati para pemangku kebijakan agar tunduk dan patuh. Pihak-pihak yang bergerak dalam lingkup ketenagalistrikan harus menjalankannya dengan sungguh-sungguh," papar Andi.

Jika berani mengenyampingkan atau melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan UU itu, maka ada konsekuensinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini program pembangunan kelistrikan yang dirancang pemerintah sedang marak meski Indonesia mengalami kelangkaan tenaga teknik kelistrikan yang memiliki kompetensi.

"Kami bangga karena masih ada anak bangsa yang mau mengisi kelangkaan ini, padahal sangat vital. Tidak mungkin program pembangunan ketenagalistrikan akan berhasil kalau Indonesia tidak memiliki tenaga yang berkompeten untuk membangunnya," sebut Andi.

Dia juga menghimbau agar seluruh rekanan PT PLN (Persero) agar segera melakukan sertifikasi. Jangan sampai muncul dugaan miring, rekanan kongkalikong untuk tidak mematuhi UU Ketenagalistrikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X