Tumbuhkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Genjot Konektivitas Infrastruktur

Kompas.com - 11/05/2016, 17:00 WIB
Pemandangan Saat Menyeberang KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIHPemandangan Saat Menyeberang
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Konektivitas antara infrastruktur perhubungan dengan pusat ekonomi yang direalisasikan melalui Tol Pelabuhan Merak-Bakauheni diyakini akan mampu memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Bukan hanya itu, keterhubungannnya dalam mega proyek infrastruktur Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api-api (MBBPT) bisa memicu pemerataan ekonomi di Pulau Sumatera dan Jawa.

Baca: Demi Pemerataan Ekonomi, Pelabuhan Merak dan Bakauheni Bakal Terkoneksi Tol

Upaya sinergi tersebut diharapkan bisa dilakukan dalam program yang lebih luas lagi. Imbasnya akan muncul banyak keterpaduan infrastruktur yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Arimbi Ramadhiani Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Bakauheni, Lampung. Gambar diambil Jumat (6/11/2015).
Oleh sebab itu, untuk mewujudkan perluasan integrasi tersebut, Rabu ini (11/5/2016) Kementerian PUPR dan Kemenhub menggelar sarasehan bertema "Membangun Infrastruktur Transportasi Berkeselamatan" di Balai Kartini, Jakarta.

Selain bertujuan mewujudkan lalu lintas berkeselamatan, sarasehan ini juga dimaksudkan untuk mempererat sinergi dua kementerian yang menjadi tulang punggung penyediaan sistem transportasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi antar wilayah.

Baca: Wujudkan Lalu Lintas Berkeselamatan, Pemerintah Gelar Pameran Transportasi dan Infrastruktur

Adanya keterpaduan infrastruktur yang dibangun kedua kementerian ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan pertumbuhan sekaligus pemeritaan ekonomi di berbagai wilayah.

KOMPAS.com / Andi Hartik Salah seorang pengendara saat melintas di jalur pantura di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur Jumat (15/4/2016). Jalur tersebut sedang dalam proses perbaikan dan mangkrak.
Bila transportasi lancar, akan mendorong investor untuk mau menanamkan modal serta meningkatkan investasi, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Sebaliknya, jika sarana transportasi satu daerah mengalami kegagalan dan hambatan seperti macet, bukan mustahil akan menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut," kata Direktur Angkutan dan Multi Moda Kemenhub, Cucu Mulyana, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Sarasehan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pameran Transportasi dan Infrastruktur 2016 yang akan dilaksanakan pada 16-18 September 2016 mendatang di Gedung Smesco, Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X