"Amdal Reklamasi Jakarta Berdasarkan Pesanan"

Kompas.com - 11/04/2016, 08:48 WIB
Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta, Jakarta Utara. KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAReklamasi Pulau G di Teluk Jakarta, Jakarta Utara.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan pulau reklamasi harus dilandasi oleh pertimbangan dan kajian yang lengkap. Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) adalah salah satu persyaratan yang penting untuk mendukung pembangunan reklamasi.

Dosen Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah Siregar, Amdal reklamasi di Teluk Jakarta tidak jelas. Seharusnya, pemerintah membeberkan hasil Amdal kepada masyarakat.

"Amdal Reklamasi Jakarta berdasarkan pesanan. Tidak bisa (pengembang) bilang sudah ada Amdal-nya. Kalau Amdal memang sudah ada, bagimana (hasilnya)?" ujar pengamat tata kota dan perumahan Jehansyah Siregar kepada Kompas.com, Jumat (8/4/2016).

Ia mendesak pemerintah dan swasta bisa membuka hasil Amdal kepada publik. Setelah itu, pemerintah membuat forum yang mengundang pihak-pihak terkait. Baca: Izin Amdal Turun, Reklamasi Pluit City Oktober 2013

Dalam forum tersebut, pemerintah bisa menugaskan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Koordinasi Penataan Ruang untuk menghadirkan para ahli, pengembang, dan masyarakat.

Jehansyah menilai, proses ini memang memakan waktu cukup lama. Namun, hasilnya nanti akan lebih baik ketimbang prosesnya reklamasi yang saat ini tidak transparan dan terkesan hanya ingin segera dibangun.

Menurut dia, proses tersebut juga mengurangi risiko yang timbul setelah dibangun reklamasi, karena para pakar dan masyarakat bisa membicarakannya terlebih dahulu.

"Umur pulau itu mungkin bisa 100 tahun lebih. Apa artinya proses (perizinan) sebulan jika ingin cepat tapi hasilnya tidak maksimal?," imbuh dia.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X