Apartemen Rasa 'Jawa' Menggoda Konsumen Jakarta

Kompas.com - 22/03/2016, 16:29 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan TB Simatupang yang berdekatan dengan wilayah Kemang, Jakarta Selatan, semakin menjadi bidikan para pengembang properti.

Salah satunya adalah Synthesis Development yang mengembangkan apartemen Synthesis Residence Kemang di Ampera Raya, Kemang, Jakarta Selatan.

Dipilihnya lokasi tersebut karena perkembangannya sudah demikian pesat. Selain itu, dekat dengan pusat bisnis Sudirman atau Sudirman Central Business District (CBD).

"Kita melihat potensi Simatupang sebagai central business district (CBD) baru dan ada yang menarik di Kemang. Synthesis Residence Kemang ini berada di kawasan entertain Kemang dan CBD Simatupang," papar General Manager Sales and Marketing, Imron Rosyadi, di Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Synthesis Residence Kemang menempati area seluas 2 hektar dan dirancang sebanyak tiga menara yakni Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Ketiganya diberi nama sesuai dengan tokoh pewayangan Jawa lantaran ingin mengedepankan konsep etnik Jawa modern.

"Konsep ini unik karena kami kangen hal-hal tradisional alami dan kami mengangkat budaya Jawa serta mengaplikasikan batik pada fasad ketiga menara Synthesis Residence Kemang," sambung Imron.

Untuk menara Nakula dan Sadewa, Imron mengatakan akan dibangun dengan fasad batik kawung. Selain itu, tampilan outdoor-nya juga akan semarak dengan batik tersebut.

Agar semakin unik dan komprehensif, kedua tower itu dihubungkan dengan rumah joglo yang dilengkapi ornamen patung bancak doyok. Oleh sebab itu, kombinasi batik kawung, rumah joglo, dan patung bancak doyok memberikan filosofi tersendiri bagi para penghuninya.

"Batik kawung menggambarkan keseimbangan hidup, rumah joglo memberikan gambaran kepada kebanggaan. Sementara patung bancak doyok simbol keceriaan, jadi kami ingin penghuni Synthesis Residence Kemang memiliki keseimbangan hidup, kebanggaan, dan keceriaan," jelas Managing Director Synthesis Residence Kemang, Mandrowo Sapto, dalam kesempatan yang sama.

Sejak dipasarkan pada Mei 2015 hingga kini, Menara Sadewa telah terjual 90 persen, sedangkan Nakula yang dipasarkan sejak September 2015 baru terjual sebanyak 40 persen.

"Menara Nakula dan Sadewa memiliki 33 lantai dengan masing-masing lantai terdiri 14 unit. Jadi tiap menara punya 350-370 unit. Total dari dua menara itu yang sudah terjual sekitar 400-an unit," ungkap Imron.

Sementara Menara Arjuna belum dipasarkan karena masih melihat kondisi pasar yang ada saat ini. Adapun tipikal unit di Menara Nakula dan Sadewa mulai dari 32 meter persegi hingga 107 meter persegi.

Rinciannya, tipe studio atau satu kamar tidur memiliki luasan 32 meter persegi, tipe dua kamar tidur memiliki luas dari 50-73 meter persegi, dan tipe tiga kamar tidur seluas 102 hingga 107 meter persegi.

Harga yang dibanderol Rp 32,5 juta per meter perseginya. Jika ditotal, maka apartemen Synthesis Residence Kemang dijual dengan harga Rp 1,04 miliar untuk tipe studio dan Rp 3,5 miliar untuk ukuran tiga kamar tidur seluas 107 meter persegi.

Meski telah hampir terjual habis, pembangunan Synthesis Residence Kemang untuk Menara Nakula dan Sadewa baru akan dimulai pertengahan tahun ini dan serah terima pada pertengahan 2019.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X