Kompas.com - 20/02/2015, 08:30 WIB
|
EditorHilda B Alexander

Komitmen investasi

Bukan isapan jempol bila Indonesia masih dianggap sebagai ladang garapan utama bagi investor Jepang. Dalam lima tahun terakhir, investasi dalam persetujuan atau izin prinsip sebanyak 23,7 miliar dollar AS (Rp 300 triliun).

Deputi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Bidang Promosi Penanaman Modal, Himawan Hariyoga, mengungkapkan dari total nilai investasi yang disetujui itu, sejumlah 12,1 miliar dollar AS (Rp 153,1 triliun) di antaranya sudah direalisasikan dan masuk dalam pipeline pengembangan proyek.

"Progres aktual, terdapat delapan investor menyatakan ketertarikan berinvestasi di Indonesia. Baik untuk memperluas (ekspansi) bisnis maupun investasi baru. Dari total delapan peminat tersebut, empat di antaranya sudah komit dengan nilai mencapai 1,3 miliar dollar AS atau Rp 16,5 triliun. Jumlah investasi tersebut dalam kurun 22 Oktober 2014 hingga 10 Februari 2015," tutur Himawan.

Dia menjelaskan tiga investasi merupakan perluasan atau ekspansi bisnis, yakni sektor otomotif dengan lokasi di Jawa Barat, industri surfaktan di Dumai (Riau), dan Cilegon (Banten), dan properti taman bertema (theme park). Sementara lainnya merupakan investasi baru yakni pembibitan dan budidaya pertanian.

Data Himpunan Kawasan Industri (HKI) menyebutkan, lahan kawasan industri yang terserap selama 2014, seluas 450 hektar. Perusahaan otomotif, consumer goods, dan manufaktur masih mendominasi.

Tingkat serapan lahan kawasan industri tahun 2014, memang jauh menurun ketimbang kinerja tiga tahun terakhir. Pada 2011 terserap 1.200 hektar, 2012 terserap 650 hektar dan 2013 terserap 450 hektar.

Namun, penurunan tersebut bukan disebabkan anjloknya permintaan, melainkan keterbatasan pasokan lahan kawasan industri siap pakai. Sementara pada saat yang sama tingkat permintaan justru tumbuh signifikan.

Tahun ini, pasokan hanya berasal dari dua kawasan industri masing-masing Artha Industrial Hills seluas 390 hektar dan Podomoro Industrial Park (PIP) yang dikembangkan di atas lahan seluas 542 hektar.

PIP terbagi atas dua lokasi, yakni pengembangan pertama yang sudah dimulai dengan lahan seluas 325 hektar dan pengembangan kawasan industri masa depan (future development) dengan cadangan lahan 217 hektar.

"Tahun ini pasokan lahan kawasan industri diharapkan berasal dari kedua proyek tersebut, masing-masing Artha Industrial Hills yang dikembangkan Artha Graha Group, dan Podomoro Industrial Park yang dibangun Agung Podomoro Group," terang Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar, Rabu (18/2/2015).

Dengan mempertimbangkan hal itu, kata Ishak, untuk tahun ini dan tahun-tahun mendatang, bisnis kawasan industri bakal moncer. Pada gilirannya, aktivitas di kawasan industri akan melahirkan kebutuhan hunian dan juga ritel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.