Kompas.com - 05/02/2015, 17:23 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Tiongkok kembali menempuh langkah taktis. Setelah kesepakatan dengan Rusia dan Pakistan, dibuat, raksasa ekonomi ini mulai menjajaki untuk menjual kereta super-cepat (high speed train) ke Amerika Serikat.

Pejabat senior pada Departemen Perdagangan Luar Negeri Tiongkok, Zhi Luxun, mengemukakan  kemungkinan kesepakatan perdagangan yang bakal memicu kontroversi tersebut pada Kamis (5/5/2015).

"Saat ini, ada diskusi dengan Amerika Serikat terkait kemungkinan ekspor kereta api berkecepatan tinggi," ujar Luxun.

Namun, Luxun tak menjelaskan lebih lanjut skema perdagangan kereta super-cepat dengan Negeri Paman Sam tersebut. Dia beralasan, itu merupakan urusan BUMN perkeretaapian.

Para pemimpin Tiongkok telah mempromosikan teknologi transportasi berbasis rel dalam setiap pertemuan dengan para politisi asing. Mereka berusaha untuk mengekspornya ke beberapa negara potensial, seperti Turki, dan Venezuela.

Sayangnya, kontrak sebuah konsorsium yang dipimpin Tiongkok untuk membangun jalur rel kecepatan tinggi di Meksiko dibatalkan hanya beberapa hari setelah ditandatangani. Demikian halnya kesepakatan untuk memasok kereta bawah tanah ke Boston juga masih menimbulkan kontroversi.

Saat ini, Amerika Serikat tengah mengembangkan sejumlah proyek rel kecepatan tinggi. Termasuk di negara bagian Texas, California, dan Florida. Dari sekian banyak proyek infrastruktur tersebut, baru satu yang sudah memasuki tahap awal konstruksi yakni di negara bagian California. Megaproyek ini di bawah konsorsium Spanyol.

Pejabat lainnya pada kementerian yang sama, Zhou Zhenwu menambahkan, selain dengan Amerika Serikat, Tiongkok juga tengah bernegosiasi dengan Laos, dan Thailand.

"Instansi terkait (di negara-negara yang terlibat) berada dalam kontak yang sangat dekat, aktif, dan efektif mendorong realisasi pembangunan jaringan kereta berkecepatan tinggi Tiongkok-Laos, dan Tiongkok-Thailand, setelah kesepakatan dengan Tiongkok-Rusia yang dibuat Oktober 2014 lalu," ujar Zhou.

Tiongkok sendiri berhasil membangun jaringan kereta super-cepat dan merupakan terbesar di dunia dengan panjang lintasan lebih dari 16.000 kilometer. Ada pun ekspor peralatan kereta api Tiongkok melonjak sebesar 34,7 persen per tahun dari sebelumnya 80 juta dollar AS pada 2001 menjadi 3,74 miliar pada 2014.



Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.