Kompas.com - 03/10/2014, 17:37 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabupaten Karawang, Jawa Barat, merupakan wilayah lumbung padi. Dengan luas 94.311 hektar sawah dan produksi 1,435 juta ton gabah kering panen, Karawang menjadi wilayah dengan ciri ketahanan pangan.

Pengamat tata ruang, Yayat Supriatna mengatakan, dengan adanya pertumbuhan permukiman  yang pesat di Karawang, muncul masalah baru.

"Apa bentuk skenario lain yang bisa dilakukan jika Karawang tidak jadi lagi pusat ketahanan pangan?" ujar Yayat saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/10/2014).

Ia menambahkan, jika Karawang sebagai lumbung padi ditransformasi menjadi kawasan berbasis industri, pemerintah perlu memikirkan keberlangsungan hidup masyarakatnya. Karena, sebagian besar masyarakat bergantung pada lahan.

Pada akhirnya, pekerjaan rumah pemerintah adalah memastikan masyarakat sejahtera melalui industri ekonomi kreatif, tidak lagi mengandalkan lahan. Meski begitu, menurut Yayat, menyetujui pembangunan yang merusak lahan di Karawang akan bertentangan dengan rencana presiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo. 

"Kebijakan Pak Jokowi, mengedepankan ketahanan pangan. Jadi, kalau ada rencana berbenturan dengan ketahanan pangan perlu diperhatikan lebih dulu kajiannya," sebut dia. 

Begitu pula jika pemerintah berencana membangun bandara dan pelabuhan. Yayat menjelaskan, pemerintah perlu mempertimbangkan pengalihan fungsi lahannya.

"Harus dipastikan apakah tanahnya merupakan lahan subur pertanian atau bukan. Kawasan yang direkomendasikan lahan berkelanjutan atau tidak," kata Yayat.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.