Kompas.com - 15/07/2014, 04:43 WIB
Reklamasi pantai utara Jakarta dinilai pegiat lingkungan hidup akan merusak ekosistem dan menurunkan kualitas lingkungan hidup di sekitarnya. Selain itu, berpotensi menimbulkan banjir dan rob. KOMPAS / AGUS SUSANTOReklamasi pantai utara Jakarta dinilai pegiat lingkungan hidup akan merusak ekosistem dan menurunkan kualitas lingkungan hidup di sekitarnya. Selain itu, berpotensi menimbulkan banjir dan rob.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Agung Podomoro Land Tbk., melalui anak usaha PT Muara Wisesa Samudra yang berencana mengembangkan megaproyek Pluit City di atas lahan rekayasa di pantai utara Jakarta, belum mengantongi izin reklamasi. Sehingga segala bentuk aktivitas penjualan proyek belum dapat dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan Executive Marketing Director PT Muara Wisesa Samudra, Matius Jusuf, kepada Kompas.com, Senin (14/7/2014).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami belum mendapatkan izin reklamasi, saat ini masih dalam proses. Sementara izin prinsip dan izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) sudah kami perolehan tahun lalu," jelas Matius.

Dia mengharapkan, izin reklamasi dapat secepatnya diperoleh supaya pihaknya bisa melakukan aktivitas penjualan proyek kepada publik.

"Targetnya izin reklamasi bisa turun tahun ini. Pasalnya, pasar sangat antusias. Dari uji pasar yang kami lakukan selama ini, pasar sangat meminati memiliki hunian dan ruang komersial di atas lahan reklamasi. Mereka membayangkan punya properti seperti di Dubai, atau Singapura," ujar Matius.

Pluit City dikembangkan seluas 160 hektar yang terbagi dalam lima tahap pembangunan. Di dalamnya mencakup ruko dan villa sebanyak 1.200 unit, 15.000 unit apartemen dalam 20 menara, perkantoran, hotel, perumahan, pusat belanja, taman (central park)  seluas 8 hektar, outdoor dan indoor plaza 6 hektar.

"Tahap pertama seluas 30 hektar akan dibangun untuk ruko, dan villa, serta taman," tambah Matius seraya menngungkapkan nilai kapitalisasi pasar megaproyek multitahun ini sebesar Rp 50 triliun.

Pluit City merupakan bagian dari pengembangan 17 pulau buatan. Selain PT Muara Wisesa Samudra, pengembang lainnya yang mendapat konsesi pengembangan lahan baru ini adalah PT Pelindo yang menggarap 1 pulau, PT Manggala Krida Yudha 1 pulau, PT Pembangunan Jaya Ancol 4 pulau, PT Jakarta Propertindo 2 pulau, PT Jaladri Kartika Ekapaksi 1 pulau, dan PT Kapuk Naga Indah 5 pulau. Sementara 2 pulau lainnya belum dilirik investor.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.