Kompas.com - 22/03/2014, 12:48 WIB
Sektor properti tiga kota, Balikpapan, Manado, dan Makassar kian menggeliat. www.shutterstock.comSektor properti tiga kota, Balikpapan, Manado, dan Makassar kian menggeliat.
|
EditorHilda B Alexander

Menurut Group CEO Sinarmas Land Group, Michael Widjaja, kota-kota Balikpapan, Makassar, dan Manado adalah kota yang memperlihatkan pertumbuhan signifikan setelah 4 tahun mengalami plantation booming (hasil bumi) seperti batu bara, kelapa sawit, dan minyak serta gas alam.

"Saat ini, permintaan properti khususnya hunian di Balikpapan dan Manado jauh lebih banyak. Peningkatan permintaan berasal dari para pebisnis lintas daerah dan juga pasar lokal yang ingin kualitas hidupnya lebih baik," papar Michael kepada Kompas.com, Rabu (19/3/2014).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditambah lagi, lanjut Michael, jumlah populasi kelas menengah di perkotaan yang dibidik juga meningkat. Dengan harga jual properti (hunian) sekitar Rp 1 miliar, pasar kelas menengah akan sanggup menyerapnya.

Demikian halnya dengan Lippo Group. Melalui PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mereka bakal membangun sejumlah properti komersial skala besar dengan konsep multifungsi. Menurut Vice President Corporate PR LPKR, Danang Kemayan Jati, ada potensi pasar yang belum dikembangkan secara maksimal. "Para pengembang yang sudah lebih dahulu masuk hanya berkonsentrasi di sektor permukiman, sementara sektor properti komersial masih merupakan "barang baru"," ujarnya.

CEO Lippo Homes, Ivan Budiono, mengatakan, potensi Makassar sangat besar. Pertumbuhan ekonomi Makassar, contohnya, melebihi pertumbuhan ekonomi Nasional yakni 8,5 persen. Selain itu, kelas menengah dengan kemampuan daya beli tinggi juga bertambah. Sementara pertumbuhan ekonomi Manado sekitar 7,4 persen.

"Selama ini mereka berinvestasi di luar kota, berbelanja di Jakarta atau Singapura. Nah, kami menangkap peluang itu," ujarnya.

Berikut ini perkembangan aktivitas investasi dan pembangunan properti di tiga kota tersebut:

Balikpapan

Sinarmas Land Group baru saja melansir Grand City Balikpapan di atas lahan seluas 220 hektar. Sebelumnya, mereka sudah mengembangkan Balikpapan Baru. Sementara Ciputra tengah mempersiapkan Citra City Balikpapan, menyusul kesuksesan Citra Bukit Indah. Sedangkan Lippo Group sedang mencari lahan untuk dikembangkan sebagai properti komersial berkonsep multifungsi.

Kehadiran mereka, akan menggenapi kiprah pengembang lainnya yang juga ikut menggarap kota minyak dengan tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 9,03 persen pada tahun lalu itu. Pengembang tersebut antara lain Wulandari Bangun Laksana, Supermall Karawaci, Wika Realty, Hutama Karya Realtindo, dan Mitra Gemilang Mahacipta. Sehingga, jumlah proyek properti di Balikpapan mencapai 13 proyek.

Makassar

Makassar punya megaproyek berkonsep multifungsi yang dikembangkan LPKR melalui PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. Tak main-main, perusahaan pengembang yang berbasis di Karawaci, Tangerang, ini menginvestasikan dana sebesar Rp 3,5 triliun. Mereka akan mengembangkan superblok yang menghimpun sebanyak 12 jenis properti dalam satu area seluas 2,7 hektar.

Lokasi pengembangan proyek tersebut berada di jantung kawasan Panakukkang. Properti  bertajuk The St Moritz Makassar Penthouse & Residences itu akan mencakup apartemen dua menara, salah satunya dalam bangunan 51 lantai setinggi 215 meter Bloomington Tower.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.