Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Dukung Bandara Kertajati, Konstruksi Tol Cisumdawu Dikebut

SUMEDANG, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan, penyelesaian proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) lebih cepat dari target.

Semula, jalan tol sepanjang 61,72 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada 2021. Namun, karena Bandara Internasional Kertajati di Majalengka telah rampung dan beroperasi, maka target penyelesaiannya dipercepat.

"Saya ingin programkan kalau secara kontrak dia selesai 2021, tapi dengan adanya percepatan pemanfaatan BIJB kita juga harus ikutin itu. Untuk itu kita ingin coba mempercepat ini jadi 2020," ucap Basuki saat meninjau proyek, Selasa (2/7/2019).

Untuk diketahui, Tol Cisumdawu terbagi atas enam seksi. Seksi 1 dan 2 mulai dari Cileunyi hingga Sumedang dikerjakan Kementerian PUPR sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna meningkatkan kelakan investasi tol tersebut.

Sementara Seksi 3 hingga Seksi 6 sepanjang 33,22 Km dikerjakan oleh badan usaha jalan tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol dengan nilai investasi Rp 8,41 Triliun.

Tahun ini, Basuki menargetkan, tiga seksi pertama dapat selesai sepenuhnya. Progres pengadaan lahan untuk Seksi 1 (Cileunyi-Rancakalong) telah mencapai 72,9 persen.

Sementara untuk Seksi 2 (Rancakalong-Sumedang) telah mencapai 94,25 persen dan Seksi 3 (Sumedang-Cimalaka) sudah 100 persen.

Adapun Seksi 4 dan 5 (Cimalaka-Ujung Jaya) masih menghadapi kendala dalam proses pembebasan lahannya.

Sementara untuk Seksi 6 (Ujung Jaya-Dawuan) saat ini diupayakan untuk percepatan pembebasan lahan lantaran sebagian besar kebutuhan lahan di seksi ini merupakan lahan milik Perhutani.

"Saya sudah telepon Bu Menteri Kehutana dan beliau setuju (membantu proses pembebasan). Kami bersurat juga kepada PT Perhutani, dan Menteri BUMN untuk memanfaatkan tanah Perhutani itu 100 hektar sekitar 6 kilometer," kata Basuki.

"Tadi Bu Menteri Kehutanan sudah oke, tinggal kita formalitasnya. Tapi sudah bisa mulai kerja, jadi Seksi 6 ini bisa selesai 2019 ini. Tinggal Seksi 4 dan 5 ini tanahnya masih nol ya, sehingga akan kita percepat tanahnya," ucapnya.

Salah seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tanah Wisnu mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi dalam membebaskan kebutuhan lahan untuk Seksi 4 dan 5 yaitu minimnya pemahaman masyarakat terkait proses pembebasan lahan.

Namun, ia bersyukur, persoalan tersebut kini telah selesai setelah masyarakat diberikan pemahaman bahwa proses pembebasan lahan saat ini sudah jauh lebih baik dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

"Alhamdulillah salah satu anggota masyarakatnya waktu pembebasan di Majalengka ada juga yang terkena dan dia memberikan testimoni ke masyarakat yang lain dengan perbedaan tanah dengan jaman Jatigede dengan sekarang. Alhamdulillah secara potensi sosialnya (terselesaikan)," ungkap Wisnu.

Konstruksi dipercepat

Berdasarkan data, progres konstruksi untuk Seksi 1 sudah mencapai 32,1 persen. Sementara, konstruksi untuk Seksi 2 Fase I dari Rancakalong-Ciherang sudah selesai tahun 2017 dan Fase II Ciherang-Sumedang sudah 69,14 persen.

"Seksi 3 yang dikerjakan BUJT progres fisiknya lebih dari 80 persen sehingga optimks 2019 akan selesai. Selanjutnya tinggal pembangunan seksi 4-6," kata Basuki.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit optimistis, pekerjaan konstruksi untuk tiga seksi pertama dapat selesai sepenuhnya pada tahun ini.

"Yang Seksi 3 ini kan sudah cukup bagus, jadi kita mau push dulu," ucapnya.

Tol Cisumdawu dirancang memiliki fungsi yang cukup vital dalam menunjang konektivitas masyarakat antara Jawa Barat bagian selatan menuju utara.

Sebab, tol ini akan menghubungkan dua tol lain yang telah beroperasi yaitu Tol Purbaleunyi dan Tol Cipali, di samping menjadi akses alternatif menuju Bandara internasional Kertajati.

https://properti.kompas.com/read/2019/07/02/184235521/dukung-bandara-kertajati-konstruksi-tol-cisumdawu-dikebut

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar