PEKANBARU, KOMPAS.com - Kualitas konstruksi kompleks sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 di Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mendapat apresiasi positif dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
Bahkan, Basuki memberikan nilai 8 dari rentang 1-10 untuk hasil kerja dari program rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah yang dikerjakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Riau.
"Setelah meninjau seluruh kompleks, saya puas. Kualitasnya setara dengan salah satu kampus di Ungaran, Jawa Tengah," kata Basuki menjawab Kompas.com, saat meninjau MTsN 3 Bukit Raya, Pekanbaru, Kamis (20/2/2020).
Baca juga: 2002 Sekolah dan 195 Madrasah Rusak Bakal Direhabilitasi
Rehabilitasi MTsN 3 Bukit Raya menelan biaya konstruksi senilai Rp 13,9 miliar dengan masa pekerjaan mulai Agustus hingga Desember 2019.
Lingkup pekerjaan mencakup 12 ruang kelas, kamar mandi, taman, ruang koperasi, pagar keliling bangunan, dan paving blok.
"Memang belum sempurna karena masih ada yang harus diperbaiki seperti penataan landscape-nya, dan penambahan pohon-pohon untuk taman," imbuh Basuki.
Kepala MTsN 3 Bukit Raya Darusman juga menyatakan kepuasannya, karena kondisi fisik sekolah jauh lebih bagus dibanding sebelumnya.
"Ini memotivasi anak-anak untuk belajar lebih giat lagi. Mereka jadi rajin mengikuti kegiatan belajar mengajar," cetus Darusman.
MTsN 3 Bukit Raya merupakan bagian dari 164 sekolah di Riau yang dirkonstruksi oleh Kementerian PUPR dengan pagu anggaran Rp 310 miliar.
Sementara, anggaran rekonstruksi sekolah, pasar dan sarana olahraga Kementerian PUPR tahun 2019 adalah sebesar Rp 6,5 triliun. Sejumlah Rp 3,8 triliun di antaranya digunakan untuk rehabilitasi sekolah dan Rp 769,1 miliar untuk madrasah.
Untuk diketahui, sejak tahun 2019 Kementerian PUPR mendapatkan tugas tambahan untuk melakukan rehabilitasi dan renovasi sekolah, madrasah, perguruan tinggi, pasar dan membangun sarana prasarana olahraga.
Tercatat rehabilitasi sekolah yang telah ditangani pada tahun anggaran 2019 sebanyak 1.679 sekolah (SD, SMP dan SMU) dan 179 madrasah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Instruksi ini dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.