Penulis
Namun demikian, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid pernah menganjurkan khusus kepada masyarakat yang memiliki sertifikat tanah KW 4, 5, dan 6 untuk diubah ke bentuk elektronik.
Baca juga: Cara Urus Sertifikat Tanah Elektronik di BPN, Syarat dan Tahapannya
Menurut dia, KW 4, 5, dan 6 adalah sertifikat tanah yang terbit pada tahun 1961-1967. Sertifikat itu memiliki kualitas data bidang tanah kelas 4, 5, dan 6.
Saat itu, sertifikat tanah belum memiliki peta kadaster atau yang menggambarkan informasi detail tentang tanah dan properti.
"Itu potensi tidak diketahui di mana lokasinya dan itu ada potensi bisa diserobot orang," ujar Nusron saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (19/03/2025).
Nusron juga mengatakan, ada 13,8 juta bidang sertifikat yang masih berstatus KW 4, 5, dan 6.
"Kalau bisa ditransformasi ke sertifikat elektronik supaya langsung di situ ada peta kadastralnya," ucap Nusron.
Ada sejumlah manfaat sertifikat tanah elektronik yang ditawarkan Kementerian ATR/BPN, antara lain:
Baca juga: Sertifikat Elektronik Dianggap Tak Aman, Nusron: Sistem Keamanannya Berlapis
Untuk mengurus pembuatan sertifikat tanah elektronik, masyarakat perlu mengajukan permohonan layanan pertanahan berupa penggantian sertifikat tanah karena blanko lama di Kantor Pertanahan.
Selain itu, sertifikat tanah lama berbentuk fisik juga akan otomatis berubah menjadi elektronik jika masyarakat mengajukan layanan pertanahan seperti balik nama sertifikat, pemecahan sertifikat, hak tanggungan, roya, dan lain-lain.
"Misal masyarakat melakukan jual beli, sertifikat awalnya berbentuk buku. Nantinya ketika sudah balik nama, sertifikat baru yang akan diterima adalah sertifikat elektronik, yang berbentuk lembaran dengan secure paper dan QR code yang hanya bisa diakses oleh masyarakat," tukas Shamy.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.