Penulis
KOMPAS.com - Kini masyarakat bisa melakukan peralihan media dari sertifikat tanah kertas ke bentuk digital alias elektronik.
Namun untuk melakukannya, masyarakat tentu perlu mengetahui cara mengurus sertifikat tanah elektronik di BPN melalui Kantor Pertanahan (Kantah).
Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Kementerian ATR/BPN, Shamy Ardian mengatakan, terdapat dua aspek penting dalam proses pendaftaran tanah, yaitu fisik dan yuridis.
Adapun ketika masyarakat hendak mengganti sertifikat tanah kertas menjadi elektronik, yang mengalami perubahan ialah aspek yuridisnya.
"Yang berubah menjadi elektronik itu aspek yuridisnya. Namun, aspek fisik tanahnya tetap ada secara fisik," ujar Shamy beberapa waktu lalu.
Baca juga: Simak, Isi Sertifikat Tanah Elektronik Beserta Contoh Bentuknya
Menteri ATR/ Kepala BPN Nusron Wahid juga menjamin tidak ada kebocoran data apabila sertifikat tanah diganti ke elektronik.
"Semua sistem sudah ada firewall system-nya. Termasuk terhadap cyber attack, sudah pasti ada," tuturnya beberapa waktu lalu.
Dikutip dari laman Kementerian ATR/BPN, sertifikat tanah elektronik adalah sertifikat hak atas tanah yang diterbitkan melalui sistem elektronik berbentuk file PDF yang tersimpan dalam brankas elektronik pemegang hak yang kemudian dapat diakses melalui aplikasi Sentuh Tanahku.
Kendati demikian, pemegang hak dapat diberikan salinan resmi sertifikat elektronik yang dicetak pada kertas dengan spesifikasi khusus (secure paper) oleh Kantor Pertanahan.
Baca juga: Kini, Alih Hak Tanah Bisa secara Elektronik di Seluruh Kantah Jakarta
Untuk mengurus sertifikat tanah elektronik, masyarakat perlu mengajukan permohonan penggantian sertifikat tanah karena blanko lama di Kantah, berikut tahapannya:
Baca juga: Berapa Biaya Ganti Sertifikat Tanah Lama Jadi Elektronik?
Baca juga: BPN Bantah Isu Perampasan Tanah yang Belum Bersertifikat Elektronik
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.