Kompas.com - 13/06/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi taman vertikal. SHUTTERSTOCK/ATSTOCK PRODUCTIONSIlustrasi taman vertikal.

KOMPAS.com - Siapa bilang membuat taman di depan rumah adalah pekerjaan sepele? Meski mungkin dilakukan, namun membuat tanaman tampak indah butuh proses.

Jangan segera menyerah karena keindahan taman tidak bisa Anda dapatkan dengan instan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebenarnya bisa, jika Anda membeli tanaman dewasa, beserta rumput, dan berbagai hiasannya.

Namun, jika Anda tergolong orang yang menghargai proses, tetaplah konsisten dalam merawat taman Anda!

Baca juga: Intip Desain Taman Bermain, Cegah Obesitas Anak

Berikut ini pengalaman kontributir Houzz, Benjamin Vogt dalam mengurus tamannya.

Pertama-tama, hilangkan ketakutan memulai membuat taman. Buatlah variasi spesies, ketinggian tanaman, bentuk, warna, dan tekstur.

Jika dalam proses ada tanaman Anda yang mati, jangan menyerah. Teruslah berusaha!

Kedua, jadikan kesalahan-kesalahan dan kegagalan merawat tanaman sebagai pelajaran. Sembuhkan tanaman tersebut terlebih dahulu, atau ganti dengan bibit baru.

Vogt menceritakan, pada 2009 dia melakukan kesalahan besar yang menyangkut masalah uang.

Dia sempat membeli berbagai tanaman hingga mencapai 1.000 dollar AS (Rp 14,2 juta). Dia membeli tanaman dan pot-pot besar.

Ilustrasi taman, taman di rumah. SHUTTERSTOCK/Anis Mardhiah Ilustrasi taman, taman di rumah.
Padahal, tanaman butuh waktu lama untuk berkembang dan belum membutuhkan pot-pot besar tersebut.

Hematlah uang, air, dan kurangi stress dengan membeli pot berukuran lebih kecil. Kemudian, mulailah dengan mengembangkan sendiri tanaman Anda sejak bibit.

Setelah tanaman-tanaman Anda tumbuh subur, tiba waktunya mengisi kekosongan dalam taman. Cari apa yang tampak tidak pas di taman tersebut.

Mungkin taman Anda butuh pohon lebih tinggi, semak untuk mengisi bagian dasar taman, rumput, atau tanaman dengan warna lain.

Sepanjang perjalanan, Anda akan menemukan kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat. Pada 2011, Vogt menemukan bahwa dia menanam tanaman-tanamannnya terlalu dekat.

Ada kemungkinan tanaman Anda akan mati karena ditanam terlalu dekat dengan tanaman lain.

Selain itu, Vogt juga belajar untuk menggunakan tanaman-tanaman yang memang cocok berada di tamannya. Tanaman native ini mampu bertahan dalam iklim ekstrem setempat.



Sumber Houzz
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.