Kompas.com - 13/06/2021, 12:00 WIB

Taman-taman seperti ini umumnya menggunakan tanaman hijau, tumbuh tegak, dan tidak memiliki daun yang mudah berguguran.

Anda bisa menanam cemara, kaktus, buah naga, palem, dan bambu kuning. Anda juga bisa memanfaatkan melati atau teh-tehan sebagai pagar hidup.

Selain keindahan, menjaga cadangan air tanah melalui taman di rumah adalah hal penting.

Caranya, Anda dapat membuat taman yang mampu menyerap air lewat lubang-lubang biopori.

Hindari menutup taman Anda sepenuhnya dengan beton atau aspal. Sebaliknya, Anda bisa menggunakan konblok.

Alternatif lain, gunakan batu-batu kerikil untuk menutupi taman Anda. Batu-batu kerikil mempermudah air hujan tetap masuk ke dalam tanah melalui celahnya.

Namun, tekstur batu tetap kasar. Hal ini membuat permukaannya tidak licin dan aman bagi Anda meski dalam keadaan basah.

Selamat bertaman!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.