Lippo Pinjamkan 1,8 Hektar Lahan untuk Kampung Tangguh Tangerang

Kompas.com - 15/03/2021, 12:50 WIB
Direktur Lippo Group John Riady saat acara Indonesia Summit 2017 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis (20/4/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTODirektur Lippo Group John Riady saat acara Indonesia Summit 2017 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis (20/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Lippo Karawaci Tbk meminjamkan lahan seluas 1,8 hektar di RW 10 Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, untuk dimanfaatkan sementara oleh masyarakat sekitar.

Lahan produktif yang berada di kawasan kota mandiri Lippo Village tersebut, bisa digunakan oleh masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 untuk sementara.

Hingga saat ini, lahan tersebut telah memberikan manfaat dan dinikmati masyarakat melalui beberapa kali panen sayuran, ikan, ayam dan bebek.

Terdapat 17 Kepala Keluarga yang dibebaskan untuk menanam sayuran, beternak ikan dan ayam di lahan yang disebut Kampung Tangguh Jaya Kelapa Dua ini.

Baca juga: John Riady Anggap Pandemi Covid-19 Berkah Bagi Lippo

Selain untuk konsumsi sehari-hari di saat penghasilan berkurang, warga lain pun diperbolehkan memanen secara gratis untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengungkapkan, bantuan penyediaan lahan tersebut merupakan implementasi dari kepedulian perusahaan terhadap pengembangan masyarakat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Berkat partisipasi masyarakat lahan yang ada mampu menjadi lahan produktif yang berguna bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama pada situasi saat ini yang masih dilanda pandemi Covid-19," kata John dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (15/03/2021).

Camat Kelapa Dua Prisma Saras Puspa menyampaikan apresiasi kepada Lippo yang berkontribusi memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat di Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

"Keberhasilan mengolah lahan dan kemampuan masyarakat untuk aktif memutus mata rantai penularan virus Covid-19 melalui pelaksanaan protokol kesehatan ketat dan disiplin  menuai apresiasi," ujar Prisma.

Prisma menjelaskan, terdapat lima pilar Kampung Tangguh yakni Tangguh Keamanan, Tangguh Kesehatan, Tangguh Edukasi, Tangguh Sosial Ekonomi dan Tangguh Informasi.

Kelima pilar ini diwujudkan melalui penyediaan ruang isolasi untuk penderita Covid-19, posko kesehatan, dapur umum, hingga lumbung pangan yang dapat dimanfaatkan secara bersama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X