Kolam Retensi Wanggu, Sistem Pengendali Banjir Kendari Tuntas November

Kompas.com - 23/10/2020, 07:27 WIB
Kolam Retensi Sungai Wanggu pengendali banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, telah mencapai progres fisik 87,53 persen. Kementerian PUPRKolam Retensi Sungai Wanggu pengendali banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, telah mencapai progres fisik 87,53 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan akselerasi pembangunan Kolam Retensi Boulevard Sungai Wanggu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kolam Retensi Boulevard Sungga Wanggu ini merupakan bagian dari sistem pengendali banjir Kota Kendari. 

Seperti kita ketahui, setiap tahun Kota Kendari dilanda banjir saat musim hujan. Bahkan, jika curah hujan terjadi dengan intensitas tinggi, kota ini mengalami banjir besar siklus 25 tahunan.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja menuturkan, Kota Kendari mirip dengan Jakarta, dibelah oleh Sungai Wanggu sebagai sungai utama yang membentang dari hulu sampai ke laut.

Tak hanya Kendari, sebagian besar kota-kota di Indonesia hampir memiliki masalah yang sama yakni banjir.

Baca juga: Program KOTAKU Tuntas November, Kendari Tambah Destinasi Wisata Bahari

"Karena itu, kami kemudian membangun sistem pengendali banjir dengan mengadopsi sistem yang sudah diterapkan di Sungai Citarum," ujar Endra, Kamis (22/10/2020).

Dia melanjutkan, pembangunan sistem pengendali banjir ini dilakukan secara menyeluruh. Di hulu, melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari, akan dibangun enam check dam yang pekerjaannya dimulai pada 2021 mendatang.

Check dam ini berfungsi sebagai pereduksi kecepatan banjir, dan penghalau sedimentasi agar laut tidak cepat dangkal.

"Sementara di hilir, akan dibangun Kolam Retensi Baruga," imbuh Endra.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari Khaeruddin C Maddi menambahkan, saat ini, progres rencana Kolam Retensi Baruga baru pada tahap detail engineering design (DED). Waduk ini dirancang dengan luas genangan 75 hektar dengan volume tampungan 2,5 juta meter kubik.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X