Hingga 4 Oktober, Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Rp 52,08 Triliun

Kompas.com - 05/10/2020, 08:35 WIB
Program Padat Karya Tunai (PKT). Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRProgram Padat Karya Tunai (PKT).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, pagu anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 telah terserap sebesar Rp 52,08 triliun per Minggu (4/10/2020).

Artinya, sudah terserap 59,5 persen dari total pagu anggaran 2020 sebesar Rp 87,61 triliun dan progres fisik mencapai 60 persen. 

Kementerian PUPR melakukan belanja infrastruktur seperti pembangunan dan pemeliharaan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, sanitasi, dan sistem air minum.

Kemudian, penataan kawasan, kebutuhan infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), serta penyediaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, belanja infrastruktur dilakukan demi menunjang pertumbuhan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.

"Pada masa Pandemi ini, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat dari turunnya investasi dan ekspor impor. Sehingga, belanja infrastruktur merupakan salah satu cara untuk menunjang pertumbuhan ekonomi," kata Basuki dalam siaran pers, Minggu (4/10/2020).

Baca juga: Komisi V DPR Setujui Anggaran Kementerian PUPR Rp 149,81 Triliun

Oleh karena itu, Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) melalui 16 program dengan anggaran sebesar Rp 12,32 triliun.

Selain itu, anggaran senilai Rp 1,36 triliun dialokasikan untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berupa berupa revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 kilometer sebesar Rp 1 triliun dan pembelian produk rakyat berupa material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100.000 ton sebesar Rp 200 milar.

Lalu, modular Rumah Instan Sederhana Sehat ( RISHA) sebanyak 4.700 unit senilai Rp 125,04 miliar, Modular Rumah Unggul Sistem Panel Instan ( RUSPIN) sebanyak 250 unit senilai Rp 5,28 miliar.

Kemudian pembelian karet petani di Provinsi Bengkulu senilai Rp 20 miliar, pengadaan alat Light Weight Deflectometer (LWD)sebanyak 33 unit senilai Rp 5 miliar, Big Gun Sprinkler sebanyak 250 unit atau senilai Rp 3,75 miliar, Tandon Air sebanyak 300 unit atau sebesar Rp 1,80 miliar, serta Biodigester sebanyak 500 unit atau sebanyak Rp 1,60 miliar.

Sementara  itu, anggaran untuk pembelian karet petani dikuncurkan sebesar Rp 100 miliar untuk pembelian karet petani sebanyak 11.338 ton dan pembelian Resin Ester sebesar 790,42 ton atau sebesar Rp 25 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X