Giliran Jawa Barat Tawarkan 7 Proyek Unggulan ke Investor

Kompas.com - 30/09/2020, 11:31 WIB
 Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (6/7/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (6/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kini Jawa Barat tampil dengan tujuh proyek unggulan bersifat ready to offer yang ditawarkan dalam acara Road to Indonesia Investment Day 2020 ke-8, Selasa (29/9/2020).

Acara tersebut dilaksanakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura yang didukung perwakilan Bank Indonesia dan Badan Koordinasi Penanaman Modal di Singapura (IIPC).

Dari tujuh proyek yang ditawarkan, tiga proyek dipresentasikan dalam acara tersebut yakni, proyek Greater Cirebon Solid Waste Treatment Plant, Aerocity Kertajati dan Subang Industrial Park.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Singapura Didik Eko Pujianto mengatakan, Jawa Barat merupakan Provinsi yang memiliki jumlah penduduk terpadat di Indonesia atau kurang lebih 50 juta jiwa dan memiliki letak geografis strategis.

Sebab, Jawa Barat berbatasan langsung dengan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Selain itu, Provinsi tersebut memiliki berbagai potensi sumber daya alam, khususnya di bidang pertanian.

"Ditambah lagi, Jawa barat memiliki potensi investasi yang sangat baik, khususnya dalam bidang manufaktur dan pengolahan," terang Didik dalam siaran pers, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: NTB Tawarkan 8 Proyek Unggulan kepada Investor

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, wilayah yang dipimpinnya memiliki beragam macam keunggulan yakni, 60 persen lokasi industri ada di wilayah tersebut, mempunyai infrastruktur, dan angkatan kerja terbaik.

Ridwan melanjutkan, Singapura merupakan salah satu investor terbesar di Jawa Barat, dimana sebanyak 40 persen investasi yang masuk ke Jawa Barat berasal dari negara tersebut.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, stabilitas makro dan keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkisambungan sangat penting dilakukan.

Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) pun siap memfasilitasi para investor yang akan
melakukan investasi di Indonesia.

"Termasuk soal kemudahan perizinan, pemberian insentif, serta jaminan investasi," pungkas Kepala BKPM Bahlil Lahadalila.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X