Tawarkan Rantai Pasokan dari Hulu ke Hilir, Alibaba Buka Pabrik Digital

Kompas.com - 16/09/2020, 17:32 WIB
Alibaba Group secara resimi meluncurkan pabrik digital Xunxi, Hanzhou, China, Rabu (16/9/2020). Alibaba GroupAlibaba Group secara resimi meluncurkan pabrik digital Xunxi, Hanzhou, China, Rabu (16/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com -  Alibaba Group Holding Limited secara resmi membuka  Pabrik Digital Xunxi (Xunxi), di Hangzhou, China, rabu (16/9/2020).

Pabrik ini dilengkapi infrastruktur internet of things (IoT) Alibaba Cloud, dan menawarkan rantai pasokan manufaktur terdigitalisasi dari hulu-ke hilir.

Dengan berbagai kemudahan ini, para pelaku bisnis mikro akan mendapatkan manfaat dari digitalisasi pasar manufaktur China yang bernilai lebih dari 4 triliun dollar AS.

CEO of Xunxi Digital Technology Company Alibaba Group Alain Wu menuturkan, data menjadi hal utama dalam manufaktur baru yang memengaruhi  perolehan peluang dari pergeseran preferensi konsumen.

Baca juga: Pendapatan Alibaba Naik 34 Persen

“Hal ini akan membantu para produsen tradisional untuk meningkatkan profitabilitas dan mengelola inventori, serta tetap dapat memenuhi kebutuhan untuk mempersonalisasi produk," ujar Alain dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Peluncuran pabrik digital ini menjadi tonggak sejarah baru dalam implementasi strategi Lima Kebaruan (Five New) Alibaba, yang pertama kali diperkenalkan oleh Jack Ma pada 2016.

Kebaruan itu mencakup New Retail, New Manufacturing, New Finance, New Technology, dan New Energy.

Peluncuran pabrik digital Xunxi merupakan wujud dari komitmen Alibaba untuk memudahkan berbisnis di mana saja.

Dengan memanfaatkan proses produksi made-in-cloud, bisnis berskala kecil dan menengah dapat tetap berkompetisi di pasar yang bergerak dengan cepat.

Sejak awal didirikan, pabrik ini telah berkolaborasi dengan merchant Taobao dan Tmall, dan pengguna livestreaming. 

Baca juga: CEO SoftBank Mundur dari Jajaran Direksi Alibaba

Selain itu, sebagai tahap awal, juga bekerja sama dengan perancang busana streetwear untuk mengeksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai hal baru dalam manufaktur pakaian.

Pada hari Senin (14/9), The World Economic Forum menunjuk Xunxi Digital Factory sebagai salah satu acuan, bagi komunitas yang terdiri dari perusahaan terdepan di dunia yang telah sukses mengadopsi teknologi Revolusi Industri 4.0.

Kehadiran pabrik digital Xunxi saat pandemi Covid-19 memicu akselerasi transformasi digital dari berbagai industri yang berbeda.

Ke depannya, Xunxi akan membantu para pengguna untuk menekan level inventori lebih jauh, sembari meningkatkan efisiensi dan level kostumisasi, yang juga dapat diimplementasikan di sektor lain.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X