Perkembangan Proyek Bendungan Temef NTT Tembus 50 Persen

Kompas.com - 16/08/2020, 20:51 WIB
Progres pembangunan proyek Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur (NTT) Capai 50 Persen. Sigiranus Marutho Bere/Kompas.comProgres pembangunan proyek Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur (NTT) Capai 50 Persen.

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Agus Sosiawan mengatakan, progres pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini sudah mencapai 50 persen.

Agus menyampaikan hal tersebut kepada sejumlah wartawan, saat acara Pengelakan Sungai Bendungan Temef di Kabupaten TTS, Jumat (14/8/2020).

Acara itu dihadiri Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Bupati TTS, Agusem Pieter Tahun dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Agus, untuk melanjutkan pembangunan tubuh bendungan, maka aliran sungai harus dialihkan terlebih dahulu.

Baca juga: Basuki Sebut Pembangunan Bendungan Bentuk Perhatian Jokowi Terhadap NTT

“Pengelakan sungai ini merupakan tahapan proses untuk menyelesaikan pekerjaan bangunan utama maupun pekerjaan pendukung lainnya," imbuh Agus.

Pengelakan sungai yang dimaksud yakni memindahkan aliran sungai melewati terowongan, sehingga aktivitas bekerja selanjutnya dapat segera dilaksanakan.

Pengelakan sungai itu merupakan tahapan proses untuk menyelesaikan pekerjaan bangunan utama bendungan maupun pekerjaan pendukung lainnya.

Aliran sungai akan dipindahkan melewati bangunan pengelak (terowongan), sehingga aktivitas pengerjaan tubuh utama bendung dapat dilaksanakan.

Pengelakan sungai ini dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari komisi keamanan bendungan.

Lokasi Bendungan Temef mencakup di dua desa pada dua kecamatan yakni Desa Oenino, Kecamatan Oenino dan Desa Konbaki, Kecamatan Polen.

Baca juga: Tahun Ini, Pemerintah Bangun 5 Bendungan Baru

Bendungan ini merupakan salah satu dari tujuh proyek strategis nasional (PSN) di NTT dengan nilai investasi Rp 1,4 triliun.

"Kapasitas volume tampungan 45,78 juta meter kubik dengan luas genangan 380 hektar," kata Agus.

Konstruksi bendungan dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada paket 1 yaitu pekerjaan bangunan pengelak dan pekerjaan bendungan utama.

Sedangkan pada paket 2 dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) yaitu pekerjaan jalan masuk dan pekerjaan bangunan pelimpah.

Bendungan Temef akan memberikan manfaat pasokan air irigasi 4.500 hektar, reduksi banjir (Area Hilir) 230 m3/detik, dan air baku 0,13 m3/detik.

Selain itu, bendungan yang menggunakan luas tanah 480,46 hektar ini juga memiliki potensi listrik PLTMH sebesar 1 X 2 MW.

Bendungan dengan tinggi 53 meter dan panjang puncak 535 meter ini, dijadwalkan akan ditutup seluruh pengerjaannya hingga proses peresmiannya pada tahun 2023 mendatang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X