Sempat Alami Kebakaran, Pasar Legi Direkonstruksi

Kompas.com - 11/08/2020, 10:53 WIB
Pasar Legi, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRPasar Legi, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Proses pemasangan tiang penyangga atap telah dilakukan pada 5 Agustus 2020 lalu yang dilakukan dengan upacara adat Munggah Molo.

Dalam proses pembangunan kembali Pasar Legi mengusung konsep bangunan hijau.

Baca juga: Basuki dan Khofifah Inisiasi Akses Tol Pasar Induk Puspo Agro

Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau.

Dalam masa pembangunan, kontraktor melaksanakan perilaku ramah lingkungan di antaranya pemilihan material ramah lingkungan, pengelolaan limbah konstruksi yang baik, serta konservasi air dan energi.

Menurut Direktur Prasarana Strategis Iwan Suprijanto, penerapan bangunan gedung hijau pada pasar-pasar yang dibangun oleh Kementerian PUPR ini agar biaya operasi dan pemeliharaan lebih murah. Sehingga, tidak membenani Pemda dan para pedagang

Rekonstruksi Pasar Legi dilakukan Kementerian PUPR berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat Sarana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Satuan Pendidikan dasar dan Menengah.

Kriteria pembangunan pasar di antaranya, memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional/regional, di atas tanah yang merupakan barang milik daerah atau dalam kewenangan pengelolaan Pemda, dan tidak dalam status sengketa atau kasus hukum.

Kemudian, tidak sedang diusulkan atau didanai dari sumber pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK), anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), atau sumber lainnya dan dikelola oleh dinas dan/atau unit/kelembagaan yang membidangi urusan pasar.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X