Alokasi Tambahan Rp 1,5 Triliun untuk Perumahan Terkait 3 Program

Kompas.com - 29/07/2020, 19:13 WIB
Ilustrasi rumah Dok. Kementerian PUPRIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menggelontorkan anggaran senilai Rp 1,5 triliun untuk memberikan tambahan stimulus pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Stimulus tersebut berupa alokasi dana untuk program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi Selisih Bunga (SSB), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto menyampaikan hal tersebut dalam webinar, Rabu (29/7/2020).

"Pada awal Maret 2020, Pemerintah memutuskan untuk menambahkan alokasi bantuan pembiayaan perumahan sebesar Rp 1,5 triliun," kata Eko.

Baca juga: Meski Ada Tapera, Proses Penyediaan Perumahan Tidak Berubah

Tujuan pemberian tambahan alokasi dana tersebut untuk mengurangi dampak ekonomi terutama di sektor perumahan akibat adanya Pandemi Covid-19.

Awalnya, Pemerintah memberikan bantuan untuk program FLPP dan BP2BT saja, namun kebijakan tersebut berubah.

Stimulus tersebut untuk membiayai KPR SSB sebanyak 175.000 unit, FLPP sebanyak 88.000 unit, serta BP2BT 67.000 unit.

Jadi, anggaran sebesar Rp 1,5 triliun tersebut digunakan untuk membiayai sebanyak 330.000 unit rumah.

Guna mendukung penyaluran bantuan pembiayaan perumahan ini, Pemerintah juga mengembangkan aplikasi SiKasep dan SiKumbang.

Aplikasi SiKasep digunakan untuk penyaluran kredit perumahan agar proses menjadi calon debitur tak perlu bertatap muka (face to face) dengan pihak bank. 

Selain itu, Pemerintah juga mengubah perluasan jangkauan bantuan pembiayaan perumahan pada lima hal sebagai berikut:

Baca juga: Jika Sektor Properti Pulih, Perekonomian Nasional Bangkit

1. Penambahan kapasitas subisidi bagi MBR melalui KPR SSB stimulus fiskal untuk 175.000 unit rumah,

2. Perubahan batasan penghasilan tertinggi untuk bantuan pembiayaan perumahan yang semula Rp 4 juta menjadi 8 juta. Hal ini mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 242/KPTS/M/2020,

3. Uang muka yang disediakan MBR untuk KPR sebesar 1 persen sesuai dengan Permen PUPR Nomor 20/PRT/M/2019,

4. Dalam rangka mendorong pembangunan perumahan di Papua dan Papua Barat, dilaksankan KPR SSB dengan batasan penghasilan maksimal Rp 8,5 juta untuk pembelian rumah susun dan Rp 8 juta untuk pembelian rumah tapak dengan suku bunga 4 persen dan bantuan uang muka Rp 10 juta,

5. Peningkatan ketepatan upaya ketepatan sasaran menjadi dua kali pengujian yakni, pengujian kelompok sasaran dan pengujian pembiayaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Berita
Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Berita
Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Berita
Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Berita
[POPULER PROPERTI] Anjlok 45,5 Persen, 245.945 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

[POPULER PROPERTI] Anjlok 45,5 Persen, 245.945 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Berita
Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (1)

Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (1)

Berita
Tiga Menteri, Ketua DPR, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Penyekatan Lalin Lebaran 2021

Tiga Menteri, Ketua DPR, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Penyekatan Lalin Lebaran 2021

Berita
Incar Rp 200 Miliar, Paramount Tawarkan 6 Produk Sekaligus Jelang Lebaran

Incar Rp 200 Miliar, Paramount Tawarkan 6 Produk Sekaligus Jelang Lebaran

Perumahan
Mengapa Harga Jual Rumah Seken Bisa Turun? Cek Penyebabnya

Mengapa Harga Jual Rumah Seken Bisa Turun? Cek Penyebabnya

Hunian
7 Rekomendasi Rumah Murah di Bawah Rp 300 Juta

7 Rekomendasi Rumah Murah di Bawah Rp 300 Juta

Perumahan
Staycation di Tangerang, Ini 4 Pilihan Hotel dengan Fasilitas Kolam Renang

Staycation di Tangerang, Ini 4 Pilihan Hotel dengan Fasilitas Kolam Renang

Hotel
Anjlok 45,5 Persen, 245.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-5 Lebaran

Anjlok 45,5 Persen, 245.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-5 Lebaran

Berita
Begini Plus Minus Gunakan Rak Dapur Terbuka di Rumah

Begini Plus Minus Gunakan Rak Dapur Terbuka di Rumah

Interior
Lima Hari Jelang Lebaran, Tol Cipali Masih Diramaikan Kendaraan Logistik

Lima Hari Jelang Lebaran, Tol Cipali Masih Diramaikan Kendaraan Logistik

Berita
Sudahkah Anda Mendekor Rumah Sambut Lebaran? Ini Contohnya

Sudahkah Anda Mendekor Rumah Sambut Lebaran? Ini Contohnya

Interior
komentar di artikel lainnya
Close Ads X