Program Padat Karya Tunai di Jalan Nagrek-Rajapolah Terus Digenjot

Kompas.com - 20/07/2020, 20:02 WIB
Jalan  Nagreg-Rajapolah, Provinsi Jawa Barat. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRJalan Nagreg-Rajapolah, Provinsi Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot Program Padat Karya Tunai (PKT) di bidang jalan dan jembatan untuk mendukung mitigasi dampak sosial ekonomi akibat Pandemi Covid-19.

Sebagai contoh, salah satu program PKT di bidang tersebut dilaksanakan di Jalan Nagreg-Rajapolah, Provinsi Jawa Barat, mulai dari KM 43.2 hingga 92.2.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, Program PKT dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan warga setempat, terutama infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

"Tujuannya, untuk membuka lapangan pekerjaan dan menjaga daya beli masyarakat dengan mendistribusikan dana hingga ke desa-desa atau pelosok," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2020).

Pekerjaan preservasi Jalan Nagreg-Rajapolah ini dilaksanakan berupa pengecatan kereb di trotoar atau median, pembersihan patok, pembersihan rambu, pengendalian tanaman atau rumput, dan pembersihan drainase dan pengecetan pada jembatan.

Pelaksanaan pekerjaan tersebut dilakukan selama 365 hari kalender atau sejak mulai kontrak pada 19 Maret 2020.

Baca juga: Dua Ruas Tol Trans-Sumatera Siap Beroperasi Sebelum Hari Kemerdekaan RI

Kementerian PUPR memastikan, pelaksanaan pekerjaan jalan ini juga mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, serta menggunakan produksi dalam negeri.

Tahun ini, anggaran yang dibutuhkan untuk pemeliharaan rutin jalan di 501 lokasi di Indonesia sebesar Rp 738 miliar dan pemeliharaan jembatan di 311 lokasi dengan kebutuhan anggaran senilai Rp 162 miliar.

Khusus untuk Jalan Nagrek-Rajapolah, Kementerian PUPR menyalurkan anggaran sebesar sebesar Rp 52,7 miliar untuk pemeliharaan jalan rutin dan Rp 205 juta untuk pemeliharaan jembatan.

Adapun pekerjaan jalan ini dilakukan oleh 35 orang tenaga kerja atau sebanyak 3.248 Hari Orang Kerja (HOK) dan pemeliharaan jembatan dengan kebutuhan 15 orang per hari atau 914 HOK.

Saat ini, progres fisik pekerjaan jalan tersebut mencpai 40,7 persen dan pemeliharaan jembatan mencapai 42,8 persen.

Peningkatan kualitas jalan ini memiliki arti penting karena akan melancarkan konektivitas di selatan Pulau Jawa.

Diharapkan dapat mengurangi kesenjangan dengan wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa yang lebih maju.

Selain itu, jalan ini akan memudahkan wisatawan menuju objek wisata di wilayah selatan Pulau Jawa yang terkenal memiliki pemandangan yang indah.

Selama ini, Jalan Nagreg-Rajapolah digunakan sebagai jalur logistik untuk mendukung kelancaran produksi dan distribusi kebutuhan pokok dan obat-obatan atau alat kesehatan dan layanan kesehatan atau kendaraan medis dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X