Goa Batu Cermin Bakal Dilengkapi "Amphitheatre"

Kompas.com - 08/07/2020, 17:51 WIB
Penataan Goa Batu Cermin di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRPenataan Goa Batu Cermin di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengerjakan penataan Goa Batu Cermin.

Saat ini, progres pembangunan fisik penataan kawasan tersebut mencapai 11,78 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

Penataan Goa Batu Cermin dilakukan sebagai rangkaian pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai, NTT.

Goa Batu Cermin merupakan destinasi wisata "perut bumi" dengan pesona batu karang yang berkilau seperti cermin karena terkena sinar matahari.

Penataan Goa Batu Cermin mencakup sejumlah fasilitas seperti amphitheater dan rumah budaya untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal.

Harapannya, tercipta ruang publik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah sehingga dapat mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Fasilitas lain yang dikembangkan adalah tracking point menuju goa, kantor pengelola, loket, kafetaria, area parkir, auditorium, pusat informasi, dan toilet.

Baca juga: Tiang Listrik Hambat Proyek Jalan Kawasan Wisata Premium Labuan Bajo

Khusus pengerjaan jalur tracking Goa Batu Cermin ini dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) yang melibatkan masyarakat atau warga setempat.

Skema tersebut dipilih untuk mendukung percepatan penanganan dampak sosial ekonomi akibat Pandemi Covid-19, khususnya mengurangi angka pengangguran dan menjaga daya beli masyarakat di Kota Labuan Bajo.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian fasilitas dan baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul," ucap Basuki seperti dikutip dari laman Kementerian PUPR, Rabu (8//72020).

Pembangunan Goa Batu Cermin dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Shinta Manarito dengan anggaran APBN TA 2020 sebesar Rp 27,5 miliar.

Destinasi wisata ini dapat diakses melalui jalur darat dari Bandara Komodo dengan jarak 3,7 kilometer atau hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X