Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahun Ini, Desain Rehabilitasi "Food Estate" Ditargetkan Tuntas

Kompas.com, 4 Juli 2020, 12:19 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Sumber

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi jaringan irigasi di lahan food estate akan segera dilakukan, agar tahun ini pengembangan bisa dimulai.

Setelah rehabilitasi irigasi rampung, pengerjaan selanjutnya akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian, mulai dari penyiapan bibit hingga alsintan.

Menurut Basuki, rehabilitasi tersebut juga disiapkan untuk musim tanam Oktober-Maret. Perbaikan juga dilakukan mulai dari saluran primer, sekunder, dan tersier.

"Kami memperbaiki salurannya, Kementan menyiapkan semuanya untuk bisa tanam di Oktober-Maret," ucap Basuki seperti dikutip dari laman Kontan, Jumat (3/7/2020).

Baca juga: Basuki Sebut Lokasi Food Estate Berada di Lahan Aluvial

Rehabilitasi jaringan irigasi tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2022. Adapun biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 2,9 triliun.

Sedangkan biaya untuk merancang rehabilitasi irigasi pada tahun 2020 sekitar Rp 49 miliar.

Dia menambahkan, dengan adanya rehabiitasi ini, maka produktivitas lahan food estate dapat ditingkatkan menjadi 4-5 ton per hektar.

Hingga saat ini, produktivitas dari sawah yang sudah ada baru sekitar 1,2-2,9 ton.

Senada dengan Basuki, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut, pihaknya baru bisa mengolah lahan apabila saluran airnya sudah tersedia.

Syahrul menuturkan, pihaknya telah menyiapkan petani hingga prasarana yang dibutuhkan.

Sedangkan jenis bibit yang disiapkan disebut sudah tervalidasi. Sehingga dia berharap, bibit yang akan dipakai merupakan kualitas tinggi.

Baca juga: Food Estate dan Kilas Balik Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar

Pengembangan food etate ini rencananya tidak akan dilakukan secara tradisional, melainkan akan ada intervensi mekanisasi dan teknologi.

Syahrul menambahkan, nantinya di lahan food estate akan ada dryer hingga rice milling unit. Dengan demikian, beras yang dihasilkan sudah bisa dikemas dengan baik.

Kementan sendiri akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 180 milira. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan alsintan dan sarana produksi. Akan tetapi, Syahrul mengatakan, pengerjaan lahan food estate membutuhkan anggaran Rp 2,1 triliun.

 

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kementerian PUPR akan rehabilitasi jaringan irigasi 28.000 ha lahan food estate

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau