Apung Sumengkar
Chief Executive Officer (CEO) Daya Qarsa

Apung adalah Managing Partner Daya Qarsa, perusahaan konsultan yang berfokus pada transformasi bisnis holistik.

Berkarier lebih dari 15 tahun di perusahaan-perusahaan konsultan Asia Tenggara, Jepang dan Eropa, seperti McKinsey, Deloitte, PZ Cussons, Unilever, dan Toyota.

Apung menempuh pendidik Teknik Industri di Universitas Indonesia, Manajemen Strategis di RSM Erasmus University, dan kandidat PhD Manajemen Strategis Universitas Indonesia.

Gerak Pemimpin Mendorong Cara Kerja Baru di Era New Normal

Kompas.com - 30/06/2020, 11:13 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Karena keyakinan adalah separuh keberhasilan. Karena itu tidak ada waktu yang lebih krusial dibandingkan saat ini untuk memimpin tim dengan penuh percaya diri dalam menempuh cara baru dalam berbisnis. 

Pada skenario New Normal yang telah disusun oleh Daya Qarsa, dunia usaha layaknya memutar kembali roda bisnisnya dari ground zero, titik nol.

Penting di saat seperti ini bagi pemimpin untuk menuntun timnya agar sigap berinovasi, aktif memimpin perubahan, meluaskan jejaring dan kemitraan dengan cara yang berbeda serta mendorong pencapaian hasil yang optimum.

Terdapat sejumlah langkah yang bisa ditempuh bagi para pemimpin. Pertama mendorong inovasi dengan menciptakan lingkungan yang menginspirasi untuk menghasilkan solusi baru.

Lalu mendorong eksperimen dengan cara-cara baru untuk memecahkan masalah yang muncul dan meraih peluang yang menghasilkan solusi unik dan berbeda.

Kedua memimpin perubahan dengan mendorong perubahan organisasi untuk mencapai tujuan strategis dalam masa krisis.

Lalu mengkatalisasi pendekatan baru untuk meningkatkan hasil dengan mentransformasi budaya organisasi, sistem atau produk/layanan.

Kemudian membantu anggota organisasi untuk mengatasi penolakan terhadap perubahan.

Selanjutnya, dalam meluaskan jejaring dan kemitraan, pemimpin dapat mendorong dengan memulai dan memelihara hubungan strategis dengan stakeholders dan mitra potensial.

Terutana pelanggan, rekan kerja, mitra lintas divisi, vendor dan sebagainya yang bersedia dan mampu memberikan informasi ide keahlian dan atau pengaruh yang diperlukan untuk membantu keberlangsungan bisnis dalam masa krisis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.