Anggaran Rp 22,33 Triliun Dialokasikan untuk Ditjen Cipta Karya

Kompas.com - 25/06/2020, 09:23 WIB
Stadion Manahan Solo. KOMPAS.COM/YUHARRANI AISYAHStadion Manahan Solo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan alokasi Pagu Indikatif Tahun 2021 sebesar Rp 115,58 triliun.

Khusus di bidang Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementerian PUPR menganggarkan Rp 22,33 triliun.

"Untuk di bidang Cipta Karya, alokasi target prioritas pada tahun 2021 sebesar Rp 22,33 triliun," kata Menteri PUPR Basuki saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (24/6/2020).

Basuki merinci, porsi terbesar anggaran di bidang Cipta Karya diperuntukkan bagi pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) senilai Rp 5,66 triliun.

Total kapasitas SPAM tersebut 2.012 liter per detik yang mencakup Instalasi Pengolahan Air (IPA) SPAM IKK Garot Kabupaten Pidie, IPA SPAM IKK Binjai Hulu Kabupaten Sintang, dan SPAM Regional Kamijoro untuk pelayanan Yogyakarta International Airport (YIA).

Kemudian, peningkatan SPAM 1.300 liter per detik seperti SPAM IKK Sungai Bengkal, Kabupate Bone Balango, Gorontalo dan SPAM IKK Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Lalu, perluasan SPAM 58.756 SR seperti IKK Melonguane di Kepulauan Talaud, IKK Kota Tambolaka di Kabupaten Sumba Barat Daya, dam JDU SPAM Regional Durolis Provinsi Riau.

Selain itu, anggaran tersebut juga dimanfaatkan untuk SPAM Berbasis Masyarakat 400.000 SR di 2.500 Desa berupa kegiatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

Baca juga: Dapat Rp 44,4 Triliun, Pagu Indikatif SDA Terbesar di Kementerian PUPR

Kementerian PUPR juga mengalokasikan anggaran untuk sanitasi sebesar Rp 4,75 triliun seperti, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik 174.380 Kartu Keluarga (KK) yaitu Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Lebak, Perpipaan Air Limbah Kota Jambi, dan IPLT Kabupaten Landak.

Selanjutnya, Sistem Pengelolaan Drainase Lingkungan untuk 4.808 KK yaitu, Kabupaten Jembrana (Desa Dauh Waru dan Desa Loloan Timur) dan Kota Jailolo, Sistem Pengelolaan Persampahan 740.750 KK seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kabupaten Konawe Utara, TPA PALI, dan TPA Kabupaten Bone Bolango, Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat 73.800 KK untuk Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di 1.340 lokasi dan TP3SR di 177 lokasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X