Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dapat Rp 44,4 Triliun, Pagu Indikatif SDA Terbesar di Kementerian PUPR

Kompas.com, 24 Juni 2020, 15:30 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan alokasi Pagu Indikatif Tahun 2021 sebesar Rp 115,8 triliun.

Pagu indikatif tersebut ditetapkan berdasarkan surat bersama Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Menteri Keuangan (Menkeu) tentang pagu indikatif tahun 2021 yang diterbitkan pada 8 Mei 2020.

Dari besaran pagu indikatif tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) mendapat alokasi paling besar yakni Rp 44,4 triliun.

"Jadi ini, programnya untuk ketahanan SDA dialokasikan sebesar Rp 44,4 triliun," ungkap Basuki dalam Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Rabu (24/6/2020).

Pembangunan bendungan dan embung mendapatkan porsi paling besar yakni senilai Rp 15,35 triliun.

Hal ini karena Kementerian PUPR akan membangun 47 bendungan yang terdiri dari 4 bendungan baru dan 43 bendungan yang sedang dilakukan pekerjaannya.

Di antaranya adalah Bendungan Keureuto, Amoro, Tapin, Way Sekampung, Leuwikeris, Pamukkulu, Bendo, Bener, dan Budeng-budeng.

Kemudian, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun lebih dari 8 embung contohnya, Sriwijaya, Sanur, Natuna, dan Bandara Bungo, serta merevitalisasi 4 danau yakni, Rawa Bening, Limboto, Tondano, Poso, dan Sipin.

Sementara anggaran untuk pembangunan itigasi dan rawa senilai Rp 7,27 triliun.

Rinciannya, pembangunan irigasi 20.000 hektar di Jambo Aye, Batang Asai, Singa, Bintang Bano, Tingal, Karau, dan Amandit.

Kemudian, rehabililtasi dan peningkatan irigasi 100.000 hektar di Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, Cikunten, Manganti, Batang Ilong, Batanghari, termasuk irigasi tambak.

Baca juga: Pagu Indikatif Kementerian PUPR Tahun 2021 Sebesar Rp 115,58 Triliun

Lalu, anggaran sebesar Rp 6,38 triliun akan digunakan untuk operasi dan pemeliharaan SDA.

Besarannya terbagi untuk membangun sarana dan prasarana SDA yang sedang dibangun, pengadaan alat berat dan tanggap darurat bencana, Infrastruktur Berbasis Masyarakat atau P3TGAI di 10.000 lokasi.

Kemudian, Rp 6,44 triliun dialokasikan untuk pengendali daya rusak seperti, pembangunan pengendali banjir sepanjang 70 kilometer di Jeroen, Bendungan Solo Hilir, Bongkowento, Konawea, Kapuas, Lawe Alas, dan Genting.

Pembangunan atau pengendali sedimen/lahar gunung sebanyak 8 buah di Gunung Merapi dan Gunung Agung dan pembangunan pengairan pantai sepanjang 10 kilometer di Waha, Kalinda, Tanjung Lesung, Manado, Junthinyua, dan Mampie.

Selanjutnya, Rp 3,07 triliun akan dialokasikan untuk kebutuhan air tanah dan air baku.

Sebagai contoh, penyediaan air baku dengan kapasitas 3 meter kubik per detik di Kendal, Jonggol, Parapat, Mandalika, Karian-Serpong, Way Karan, Sintang, Bontoharun, dan Kasugihan.

Adapun anggaran sebesar Rp 2,64 triliun akan dialokasikan untuk dukungan layanan teknik dan dukungan manajemen serta Rp 0,28 triliun digunakan untuk pengendalian lumpur Sidoarjo.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau