Demi Transformasi, Starbucks Berencana Tutup 400 Kedai

Kompas.com - 13/06/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015) SHUTTERSTOCK/PIO3Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015)

KOMPAS.com - Jaringan perusahaan Starbucks mengumumkan akan melakukan transformasi pada bisnis kedai kopinya di kota-kota besar.

Dilaporkan oleh CNBC, perusahaan mengonfirmasi bahwa mereka akan menutup lebih dari 400 tokonya selama 18 bulan ke depan.

Penutupan ini merupakan bagian dari rencana untuk mengubah kedai mereka di Amerika Serikat (AS).

Transformasi dengan menambah lebih banyak kedai melalui metode pick-up di kawasan perkotaan padat seperti New York, Chicago, atau San Francisco.

Untuk itu, jaringan perusahaan kopi ini pun disebut akan merenovasi tata letak kedai mereka dengan menambah ruang khusus untuk layanan drive-thru dan konter terpisah bagi pelanggan yang memesan lewat aplikasi daring.

Baca juga: 90 Persen Gerai Starbucks di Amerika Serikat Mulai Buka Juni Mendatang

Metode ini dipilih lantaran adanya pergeseran dalam pemesanan melalui daring yang tentunya meminimalisasi adanya kontak antar manusia dan mengurangi keberadaan pelanggan di dalam toko

"Secara alami memungkinkan adanya jarak fisik yang lebih besar," kata CEO Starbucks Kevin Johnson.

Sebelumnya, perubahan dan modifikasi kafe-kafe akan dilangsungkan selama tiga hingga lima tahun ke depan.

Namun pandemi Covid-19 membuat perusahaan akhirnya memutuskan untuk mempercepat rencana ini.

Dia menambahkan, pandemi yang melanda berbagai negara membuat perusahaan mempercepat rencana transformasi tersebut.

"Kami mempercepat rencana transformasi toko untuk mengatasi situasi saat ini, sambil tetap memberikan pengalaman yang aman, akrab, dan nyaman bagi pelanggan kami," ucap Kevin Johnson.

Hingga saat ini, sekitar 95 persen dari seluruh kedai Starbucks di AS telah dibuka kembali. Sedangkkan 90 persen kafe yang berada di China juga sudah kembali beroperasi.

Tahun 2020, perusahaan berharap dapat membuka kedai di 300 lokasi lagi. Jumlah ini lebih sedikit daripada perkiraan sebelumnya, yakni sebanyak 600 kedai.

Untuk diketahui, hingga saat ini, perusahaan memiliki lebih dari 32.000 toko di seluruh dunia.

 



Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X