Dukung KSPN Danau Toba, Konstruksi Alur Tano Ponggol 93,5 Persen

Kompas.com - 12/06/2020, 17:05 WIB
Proyek pengerukan dan pendalaman alur Tano Ponggol di Sumatera Utara. KOMPAS.com/DANI PRABOWOProyek pengerukan dan pendalaman alur Tano Ponggol di Sumatera Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol di Danau Toba, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Saat ini, progres konstruksinya sudah mencapai 93,506 persen.

Pelebaran alur tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan dapat mengelilingi Pulau Samosir di Danau Toba menggunakan kapal pesiar berukuran besar.

Danau Toba merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas yang dipersiapkan untuk mendukung produktivitas di sektor pariwisata pada tatanan normal baru (new normal).

“Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata. Untuk itu, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada 5 KSPN yang dihentikan,” tegas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip Kompas.com dari laman Kementerian PUPR, Jumat (12/6/2020).

Pada Tahun Anggaran (TA) 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur di KSPN Danau Toba.

Terbagi untuk infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp 119,8 miliar, jalan dan jembatan sebesar Rp 800,3 miliar, permukiman Rp 102 miliar, serta perumahan senilai Rp 348,4 miliar dengan 68 paket pekerjaan.

Untuk TA 2020, saat ini sebanyak 36 paket telah tahap konstruksi, 24 paket dalam proses lelang, dan 8 paket sedang dikerjakan secara swakelola, termasuk pembebasan lahan.

Pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan kegiatan utama pelebaran dan pendalaman alur.

Baca juga: Jembatan Tano Ponggol Bakal Dibangun dengan Konsep Adat Batak

Alur Tano Ponggol akan dilakukan pelebaran dari 25 meter menjadi 80 meter sepanjang 1,2 kilometer dan ditambah kedalamannya yang semula 3 meter menjadi 8 meter.

Dari total panjang 1,2 kilometer, tersisa 20 meter yang belum dilakukan pelebaran.

Adapun pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol tersebut meliputi pemindahan tanah sebanyak 571.562 meter kubik untuk mendapatkan elevasi dasar alur setinggi 897 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Selain itu, pada sisi kiri dan kanan alur Tano Ponggol nantinya akan menggunakan steel sheet pile untuk menjaga kekuatan tanggul.

Setelah dilakukan pelebaran, pada sisi kiri dan kanan juga akan dibangun jalur pedestrian sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus dukungan objek wisata di Danau Toba yang dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Pengembangan kawasan Tano Ponggol yang dilakukan Kementerian PUPR ini menggunakan konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau yang dikenal dengan waterfront city untuk wisata air.

Pengembangan kawasan tersebut merupakan pekerjaan terpadu yang dilakukan oleh Ditjen SDA yang melebarkan alur sungai, Ditjen Bina Marga dengan membangun jembatan, dan Cipta Karya dengan penataan kawasannya.

Tano Ponggol merupakan satu-satunya akses darat untuk menuju Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X