Jembatan Tano Ponggol Bakal Dibangun dengan Konsep Adat Batak

Kompas.com - 01/08/2019, 22:49 WIB
Selain preservasi dan pelebaran, Kementerian PUPR juga melakukan pembangunan Jembatan Tano Ponggol sepanjang 450 meter. Dok. Kementerian PUPRSelain preservasi dan pelebaran, Kementerian PUPR juga melakukan pembangunan Jembatan Tano Ponggol sepanjang 450 meter.

TOBA SAMOSIR, KOMPAS.com - Jembatan Tano Ponggol di Sumatera Utara, diperkirakan akan menjadi ikon wisata baru di Danau Toba.

Jembatan yang menghubungkan daratan Pulau Sumatera dengan Pulau Samosir itu dibangun dengan konsep adat batak.

Kepala BBPJN II Medan Sumatera Utara Ditjem Bina Marga Selamet Rasidi menjelaskan, jembatan ini merupakan cable stayed dengan tiga tiang tungku. Konsep ini mengadopsi filosofi dan kearifan lokal adat batak yaitu Dalihan Na Tolu.

"Kalau diartikan, itu kadang-kadang di atas, kadang sejajar, dan kadang di bawah. Kira-kira begitu artinya," kata Selamet menjawab Kompas.com, Rabu (31/7/2019).

Filosofi ini dipilih karena sejak awal Kementerian PUPR ingin memasukkan unsur kebudayaan lokal di setiap proyek infrastruktur yangdikerjakan, termasuk pada proyek jembatan ini.

Baca juga: Tano Ponggol Bakal Disulap Jadi Terusan Suez Indonesia

Secara teknis, Selamet menjelaskan, jembatan ini dirancang dengan ketinggian 8 meter dari permukaan danau.

Ketinggian ini telah diputuskan antara Kementerian PUPR dengan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

Dengan keputusan tersebut, maka ketinggian jembatan lebih rendah dari rencana semula yakni 15 meter.

Konsekuensinya, investasi yang dibutuhkan pun diperkirakan berkurang dari kebutuhan awal.

"Turun Rp 10 miliar, jadi Rp 287 miliar. Itu anggaran yang kita siapkan, tapi tergantung nanti kontraktor nawarnya berapa," kata dia.

Selamet menjelaskan, panjang jembatan utamanya mencapai 235 meter, sedangkan jembatan penghubungnya masing-masing 110 meter.

Saat ini, tengah dilaksanakan proyek pelebaran dan pendalaman alur Tano Ponggol oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA).

Selamet menargetkan, konstruksi jembatan dapat mulai dilaksanakan pada tahun depan.

Untuk itu, ia berharap, pemerintah daerah dapat membantu semaksimal mungkin, terutama dalam hal pembebasan lahan. Dalam waktu dekat lelang pengadaan jembatan pun akan dibuka.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X