Tano Ponggol Bakal Disulap Jadi "Terusan Suez" Indonesia

Kompas.com - 01/08/2019, 10:00 WIB
Presiden Joko Widodo mengunjungi Dermaga Jety Samosir di kawasan Pantai Pasir Putih, Samosir, Sumut, Selasa (30/7/2019). Kedatangan Presiden itu untuk meninjau pengembangan wisata di kawasan Danau Toba yang akan dijadikan destinasi wisata berkelas dunia. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo mengunjungi Dermaga Jety Samosir di kawasan Pantai Pasir Putih, Samosir, Sumut, Selasa (30/7/2019). Kedatangan Presiden itu untuk meninjau pengembangan wisata di kawasan Danau Toba yang akan dijadikan destinasi wisata berkelas dunia.

TOBA SAMOSIR, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menata wilayah Tano Ponggol yang memisahkan antara Pulau Samosir dengan daratan Sumatera dengan konsep water front city.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono menjelaskan, pengembangan water front city dilakukan empat direktorat, yaitu Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Penyediaan Perumahan.

“Jadi SDA (melebarkan dan memperdalam) alurnya, jembatan dan jalan di Bina Marga, Cipta Karya (masuk dalam pengembangan water front city), dan Perumahan melalui program BSPS,” kata Hadi menjawab Kompas.com, Rabu (31/7/2019).

Pekerjaan yang tengah dilakukan yaitu melebarkan dan memperdalam alur Tano Ponggol, yaitu dari lebar 25 meter dan kedalaman 3 meter menjadi lebar 80 meter dan kedalaman 8 meter.

Baca juga: Tahun 2020, Pemerintah Promosi Besar-besaran Danau Toba

Sejauh ini, pekerjaan yang menelan anggaran Rp 313 miliar tersebut baru mencapai 74 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal SDA Jarot Widyoko mengungkapkan, sebelum dilebarkan hanya kapal kayu berkapasitas 15 orang yang bisa melewati alur tersebut.

Itu pun bila pada saat kondisi air surut, maka kapal itu harus ditarik untuk dapat melewatinya.

“Jadi kalau saya membayangkan alur ini seperti Terusan Suez, bedanya kalau Suez itu kan laut dengan laut ini danau dengan danau,” kata Jarot. 

“Kapal wisata mulai dari Parapat bisa keliling dan saya kira kanan kiri ini nanti bisa berkembang seperti apa yang disampaikan Pak Kaba, menjadi tempat destinasi untuk kuliner. Jadi tidak di Parapat saja,” imbuh Jarot.

Sementara itu untuk pembangunan Jembatan Tano Ponggol akan dilaksanakan setelah pekerjaan pendalaman alur rampung. Nantinya, jembatan tersebut akan dirancang sepanjang 1 kilometer. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X