Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hong Kong Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia, Bagaimana Jakarta?

Kompas.com, 12 Juni 2020, 13:22 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mercer's 2020 Cost of Living Survey menempatkan Hong Kong pada peringkat teratas sebagai kota dengan biaya hidup paling mahal di dunia.

Kota bekas koloni Inggris ini mempertahankan posisinya selama tiga tahun berturut-turut.

Dalam survei biaya hidup tersebut, Mercer mengacu pada Kota New York sebagai basis dasar untuk perbandingan. Sementara pergerakan mata uang diukur terhadap dollar AS.

Mercer menyigi 400 kota di seluruh dunia. Untuk tahun ini, Mercer memasukkan peringkat dari 209 kota.

Baca juga: Virus Corona Dorong Pengembang Hong Kong Bersih-bersih Aset Properti

Adapun pemeringkatan diukur berdasarkan komparasi lebih dari 200 item, termasuk perumahan, transportasi, makanan, pakaian, barang rumah tangga, hingga hiburan.

Selain itu, menurut survei, sebanyak enam dari 10 kota teratas berbiaya hidup termahal berada di Asia.

Pada posisi kedua, Mercer menempatkan Kota Ashgabat di Turkmenistan, mengalahkan Tokyo yang pada tahun lalu berada di posisi ini.

Ibu kota Jepang tersebut kini berada di peringkat ketiga, menyusul Zurich di peringkat keempat.

Selanjutnya, Singapura yang pada tahun lalu berada di ranking ketiga, tahun ini menempati posisi kelima yang diikuti oleh New York, Shanghai, dan Bern.

Sementara posisi kedelapan dan kesembilan ditempati oleh Geneva dan Beijing.

Baca juga: Imbas Aksi Protes, Banyak Proyek Properti di Hong Kong Tertunda

Lantas bagaimana dengan Jakarta?

Ibu kota Indonesia ini menempati peringkat ke-86 pada tahun ini. Sebelumnya, Jakarta berada di posisi ke-105.

Kenaikan drastis juga dialami oleh Manila yang pada tahun ini berada di peringkat ke-80 atau naik 29 tempat dari tahun lalu.

Mercer mencatat, kenaikan peringkat Jakarta dan Manila, dikarenakana apresiasi mata uang dan kenaikan harga barang serta jasa.

Hal ini membuat kota-kota di Asia Tenggara, terutama Jakarta dan Manila naik peringkat pada tahun ini.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau