Strategi Produsen Baja Ringan Pasca-Pandemi, Perkuat Pemasaran Digital

Kompas.com - 08/06/2020, 07:00 WIB
Progres Pembangunan Lanjutan RS Akademik UGM Sebagai RS Rujukan COVID-19 di Yogyakarta Capai 60 %, Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran 2020 Dok. PUPRProgres Pembangunan Lanjutan RS Akademik UGM Sebagai RS Rujukan COVID-19 di Yogyakarta Capai 60 %, Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran 2020

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan kebijakan kenormalan baru atau new normal pasca-pandemi Covid-19 disambut dengan berbagai persiapan yang dilakukan oleh para pebisnis.

Satu di antaranya adalah produsen material bangunan baja ringan, PT Alsun Suksesindo. 

Kepada Kompas.com, Minggu (7/6/2020) malam, Direktur Marketing PT Alsun Suksesindo Nicolas Kesuma mengatakan, ada dua strategi besar yang sudah disiapkan perusahaan.

Pertama memperkuat basis pemasaran digital secara daring atau online melalui berbagai platform, mulai dari surat slektronik, konferensi video, whatsapp, dan jejaring media sosial.

"Strategi ini cukup efektif dalam memperluas pangsa pasar baru, dan memperkuat pasar captive," ujar Nicolas.

Baca juga: Pengusaha Baja Ringan Keberatan Naiknya Bea Masuk Anti Dumping

Strategi kedua adalah mengubah orientasi pasar menjadi seimbang antara pasar ritel 50 persen dan pasar korporat (proyek) 50 persen.

Selain baja ringan, PT Alsun Suksesindo juga memproduksi beragam produk, yakni atap metal untuk segmen industri, floordeck untuk segmen komersial, guard rail untuk segmen infrastruktur, dan sandwich panel untuk segmen medis.

Nicolas mengakui, selama pandemi Covid-19, segmen industrial, komersial, residensial dan infrastruktur mengalami penurunan hingga hanya 4.500 ton.

Menurutnya, penurunan dipicu faktor daya beli masyarakat yang juga menurun drastis.

"Secara otomatis pengembang pun menunda aksi ekspansi," ucap Nicolas.

Nicolas berharap, dua strategi besar ini dapat mempertahankan kinerja penjualan perusahaan selama enam bulan ke depan.

"Jadi, meski penjualan selama pandemi Covid-19 menurun, tapi kami yakin, kenormalan baru bisa kami hadapi dengan dua strategi tadi," imbuh dia.

Keyakinan Nicolas ditandai dengan tidak merevisi target penjualan Tahun 2020 sebesar 18.000 ton.

Selain itu, perusahaan juga mencatat kontrak baru untuk segmen medis yang tumbuh sangat pesat.

Pertumbuhan ditopang oleh pekerjaan proyek pembangunan fasilitas isolasi maupun observasi dalam rangka penanganan Covid-19.

"Kami dipercaya pemerintah berpartisipasi dalam pembangunan Rumah Sakit ( RS) Pulau Galang di Batam, RS Akademik UGM di Yogyakarta, dan yang sedang berjalan adalah RS Adam Malik di Medan," papar Nicolas.

Dia berharap pemerintah pusat dan pusat segera menetapkan kepastian terkait pemulihan ekonomi dengan membuka kembali seluruh tatanan ekonomi yang disertai penerapan protokol kesehatan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X