Pengusaha Baja Ringan Keberatan Naiknya Bea Masuk Anti Dumping

Kompas.com - 07/12/2017, 08:33 WIB
Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI), Asosiasi Produsen Baja Ringan Indonesia (APBRI) dan Asosiasi Baja Ringan dan Atap Ringan Indonesia (Asbarindo) saat konferensi pers, Rabu (6/12/2017) Arimbi RamadhianiAsosiasi Roll Former Indonesia (ARFI), Asosiasi Produsen Baja Ringan Indonesia (APBRI) dan Asosiasi Baja Ringan dan Atap Ringan Indonesia (Asbarindo) saat konferensi pers, Rabu (6/12/2017)
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti - Para produsen baja ringan yang tergabung dalam tiga asosiasi, yakni Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI), Asosiasi Produsen Baja Ringan Indonesia (APBRI) dan Asosiasi Baja Ringan dan Atap Ringan Indonesia (Asbarindo) mengaku keberatan dengan kebijakan baru pemerintah.

Kebijakan tersebut mengatur penetapan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) sebesar 49 persen untuk bahan baku Baja Lapis Alumunium Seng (BJLAS) Warna jika impor dari China dan 18 persen dari Vietnam.

Menurut Ketua APBRI Benny Lau, saat ini ongkos impor baja dari China saja sebesar 12 persen. Ia khawatir akan ada dampak negatif jika kebijakan anti dumping ini diterapkan.

"Dampak ini bisa ke masyarakat, produk akhir dari baja akan bertambah mahal akibat dari ongkos produksi yang naik untuk membayar bea masuk itu," ujar Benny kepada KompasProperti, Rabu (6/12/2017).

Kebijakan ini sendiri merupakan hasil penyelidikan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) berdasarkan permohonan PT NS BlueScope Indonesia.

Tujuannya, untuk memproteksi pemain baja lokal. Namun di sisi lain, NS BlueScope menguasai pangsa pasar baja sampai 90 persen.

Dengan demikian, pelaku usaha baja ringan secara tidak langsung dipaksa untuk bergantung pada NS BlueScope saja dalam rangka memasok bahan baku.

Senada dengan Benny, Ketua ARFI Novia Budiman menilai, selama ini tingkat impor bahan baku baja tinggi akibat pasokan di dalam negeri masih kurang untuk memenuhi kebutuhan produsen.

"Kapasitas produksi BJLAS Warna dalam negeri hanya sebesar 150.000 ton per-tahun, sementara tingkat konsumsi BJLAS Warna rata-rata 350.000 ton per-tahun," kata Novia.

Selain berdampak ke masyarakat, imbuh dia, pelaku industri baja ringan juga akan dirugikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laba Bersih Diamond Citra Propertindo Melonjak 109,77 Persen

Laba Bersih Diamond Citra Propertindo Melonjak 109,77 Persen

Berita
Percepat Operasional Kawasan Industri Halal, Menperin Bakal Revisi Permen 17/2020

Percepat Operasional Kawasan Industri Halal, Menperin Bakal Revisi Permen 17/2020

Kawasan Terpadu
Menurut Sandi, Ruang Kantor Fleksibel Sangat Dibutuhkan Start-up

Menurut Sandi, Ruang Kantor Fleksibel Sangat Dibutuhkan Start-up

Perkantoran
6 Keuntungan Menggunakan Kompor Listrik Dibanding Kompor Gas

6 Keuntungan Menggunakan Kompor Listrik Dibanding Kompor Gas

Interior
Konstruksi Capai 35,2 Persen, SPAM Durolis Layani 200.000 Jiwa di Riau

Konstruksi Capai 35,2 Persen, SPAM Durolis Layani 200.000 Jiwa di Riau

Fasilitas
Bendungan Kamijoro, Destinasi Wisata Baru yang Dilengkapi Taman 4 Hektar

Bendungan Kamijoro, Destinasi Wisata Baru yang Dilengkapi Taman 4 Hektar

Fasilitas
Evakuasi Udara Kecelakaan Fatal di Jalan Tol, Helipad di Rest Area Wajib Ada

Evakuasi Udara Kecelakaan Fatal di Jalan Tol, Helipad di Rest Area Wajib Ada

Berita
MRT Jakarta Tetap Beroperasi Saat Idulfitri, Ini Jadwalnya

MRT Jakarta Tetap Beroperasi Saat Idulfitri, Ini Jadwalnya

Berita
Kembali Terpilih Jadi Wali Kota London, Sadiq Khan Andalkan Program Rumah Murah

Kembali Terpilih Jadi Wali Kota London, Sadiq Khan Andalkan Program Rumah Murah

Berita
Pemeliharaan Jembatan Sungai Bojo Selesai Akhir Mei 2021

Pemeliharaan Jembatan Sungai Bojo Selesai Akhir Mei 2021

Berita
Turun 66 Persen, Kendaraan yang Melintasi Tol Cipali Hanya 20.000 Unit Selama H-4

Turun 66 Persen, Kendaraan yang Melintasi Tol Cipali Hanya 20.000 Unit Selama H-4

Berita
Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Berita
Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Berita
Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Berita
Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X