Hampir Rampung, Rusun Pasar Jumat Jadi Percontohan Hunian Berbasis TOD

Kompas.com - 30/05/2020, 23:00 WIB
Rusunawa ASN Kementerian PUPR di Kompleks PU Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan Dok. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Rusunawa ASN Kementerian PUPR di Kompleks PU Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR)  tengah menyelesaikan pembangunan Rumah Susun ( Rusun) Tingkat Tinggi Pasar Jumat. 

Saat ini, progres konstruksi rusun tersebut mencapai 88,12 persen.

"Selain membangun rusun untuk MBR, Pemerintah juga perlu membangun rusun yang diperuntukkan bagi para mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (30/5/2020).

Basuki mengharapkan, rusun tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas masyarakat dalam bekerja sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tatanan kenormalan baru (new normal).

Lokasi Rusun Tingkat Tinggi Pasar Jumat dekat dengan stasiun moda transportasi berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) atau Moda Raya Terpadu di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Rusun ini dirancang dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) dan bertujuan memberikan nilai efisiensi tinggi bagi masyarakat perkotaan, khususnya para ASN.

Konsep hunian terintegrasi ini juga dapat dikembangkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia untuk menurunkan angka backlog kepemilikan rumah.

Berdiri di atas lahan seluas 5.300 meter persegi di Kompleks Perumahan Kementerian PUPR.

Luas bangunan utama sekitar 2.800 meter persegi yang terdiri dari 18 lantai, yakni 16 lantai untuk hunian 460 unit dan 2 lantai untuk fasilitas bermain anak.

Sementara fasilitas umum berada di lantai 1 dan 2.

Baca juga: Rusun Rp 13,15 Miliar Diserahkan ke Mahasiswa

Setiap unit di Rusun Pasar Jumat didesain dengan tipe 36 yang dilengkapi fasilitas 1 kamar utama, 1 kamar anak, ruang tamu, kamar mandi shower dengan toilet duduk, dan ruang jemur pakaian dengan daya listrik 2.200 KWh.

Pembangunan Rusun Pasar Jumat menggunakan sistem teknologi beton ringan pra-cetak lantai dan dinding.

Untuk pra-cetak pada lantai menggunakan Hollow Core Slab (HCS) dan dinding menggunakan Lightweight Cement Wall (LCW) sebagai wujud kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia.

LCW merupakan salah satu inovasi material beton ringan dan sangat efisien dari sisi waktu kerja dengan kualitas kedap suara, tahan api, dan tes beban yang cukup banyak.

Sementara HCS sebagai salah satu terobosan dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat yang menggunakan sistem prategang.

Sistem ini memungkinkan kabel ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X