Indeks Harga Hotel Kuartal I Turun 12,1 Persen

Kompas.com - 23/05/2020, 15:33 WIB
Seorang petugas mengecek suhu tubuh pengunjung yang akan menginap di Fizz Hotel di Mataram, Lombok, NTB, Selasa (21/4/2020). Di tengah pandemi virus corona, Fizz Hotel bekerja sama dengan rumah sakit Unram menyediakan paket isolasi mandiri selama 14 hari  seharga Rp7 juta dengan layanan lengkap seperti layanan medis, rapid tes sebanyak dua kali dan layanan makanan yang bergizi. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDISeorang petugas mengecek suhu tubuh pengunjung yang akan menginap di Fizz Hotel di Mataram, Lombok, NTB, Selasa (21/4/2020). Di tengah pandemi virus corona, Fizz Hotel bekerja sama dengan rumah sakit Unram menyediakan paket isolasi mandiri selama 14 hari seharga Rp7 juta dengan layanan lengkap seperti layanan medis, rapid tes sebanyak dua kali dan layanan makanan yang bergizi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seluruh sektor properti di Indonesia mengalami penurunan pada Kuartal I-2020 terdampak Pandemi Covid-19, salah satunya adalah hotel.

Survei Properti Komersial Hotel terbaru yang dilakukan oleh Bank Indonesia menunjukkan hal itu. Berdasarkan survei tersebut, indeks harga hotel di Indonesia turun sebesar 12,1 persen.

Di seluruh kota di Indonesia, penurunan tertinggi terjadi di Semarang dengan indeks -16,9 persen hingga terendahnya yakni -2,1 persen untuk Banten.

Baca juga: Atasi Krisis Keuangan, Pebisnis Hotel di Asia Perbesar Utang

Berikut tabel Pertumbuhan Tahunan & Triwulanan Indeks Harga Properti Hotel di Indonesia Kuartal I-2020 di bawah ini.

Kota perubahan tahunan (Persen) Perubahan Triwulan (Persen)
Jakarta -12,5 Persen -16,3 Persen
Bodebek -11,2 Persen -15,2 Persen
Banten - 2,1 Persen -12,7 Persen
Bandung - 10 Persen -15,6 Persen
Makassar -10,3 Persen -15 Persen
Medan -9,6 Persen -12,3 Persen
Semarang  - 16,9 Persen -22,6 Persen
Surabaya -10, 2 Persen -15,1Persen
balikpapan -11,4 Persen -15,2 Persen
Denpasar -14, 7 Persen -19,2 Persen
Palembang -4,1 Persen -3,5 Persen
Indonesia -12,1 Persen -16,5 Persen

Hotel Investment Strategies memprediksi, Pandemi Covid-19 membuat penurunan indeks hotel akan terus berlanjut pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini.

Meskipun pemerintah sudah berencana untuk memberikan stimulus senilai Rp 25 triliun untuk membantu pemulihan sektor industri pariwisata di Indonesia.

Baca juga: Bisnis Hotel di Bali, Pilihannya Cuma Dua: Tutup atau Banting Harga

"Namun kemungkinan besar sektor ini akan menarik minat para pemilik ekuitas dan para pengusaha kelas atas," kata Founder and CEO Hotel Investments Strategies LLC Ross Woods dikutip Kompas.com, Sabtu (23/5/2020).

Pasalnya investor cenderung melihat peluang pada saat adanya resesi ekonomi untuk mengambil kesempatan atau investasi hingga mencapai pertumbuhan indeks harga kembali normal.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X