Ini Usulan Pengembang Rumah Rakyat Atasi Dampak Covid-19

Kompas.com - 20/05/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi membeli rumah. SHUTTERSTOCK/SIMEZ78Ilustrasi membeli rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) menawarkan beberapa usulan sebagai jalan keluar guna menyelamatkan industri properti.

Ketua Umum Himperra Endang Kawidjaja mengatakan, usulan ini berguna untuk mempertahankan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) serta menambah akad KPR baru selama pandemi.

Pertama, besaran subsidi cicilan sampai dengan 50 persen selama 6-12 bulan ke depan. Jumlah cicilan yang tertunda bisa direalokasikan ke pembayaran periode berikutnya pasca-pandemi.

"Katakan selama 12 bulan di mana bunga itu hanya dibayar sebagian dan sisanya ditanggung Pemerintah, atau digeser bebannya ke periode pasca pandemi," kata Endang dalam konferensi video, Rabu (2/5/2020).

Dia mengatakan, pada masa-masa normal sebelumnya, pengembang sering diminta menanggung beban rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

Namun dalam kondisi pandemi seperti saat ini, Endang mengusulkan, agar NPL tidak lagi dibebankan kepada pengembang.

Baca juga: Ini Jalan Keluar Memperpanjang Nafas Bisnis Rumah Subsidi

Ia mengingatkan masih ada Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) yang bisa menjadi alternatif untuk menanggulangi NPL.

"Kalau memang nasabahnya sudah macet akibat PHK umpamanya, mungkin lebih baik dibiarkan sampai dengan Jamkrindo menyelesaikan masalah ini sesuai tugas dan fungsinya," tutur dia.

Selain itu, saat ini pengembang juga perlu berinovasi untuk menggali kelompok sasaran baru, yang kemampuan finansialnya minim, terkoreksi saat pandemi.

Endang memberikan contoh, sasaran tersebut bisa dari golongan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, atau ASN vertikal.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X