Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ini Usulan Pengembang Rumah Rakyat Atasi Dampak Covid-19

Ketua Umum Himperra Endang Kawidjaja mengatakan, usulan ini berguna untuk mempertahankan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) serta menambah akad KPR baru selama pandemi.

Pertama, besaran subsidi cicilan sampai dengan 50 persen selama 6-12 bulan ke depan. Jumlah cicilan yang tertunda bisa direalokasikan ke pembayaran periode berikutnya pasca-pandemi.

"Katakan selama 12 bulan di mana bunga itu hanya dibayar sebagian dan sisanya ditanggung Pemerintah, atau digeser bebannya ke periode pasca pandemi," kata Endang dalam konferensi video, Rabu (2/5/2020).

Dia mengatakan, pada masa-masa normal sebelumnya, pengembang sering diminta menanggung beban rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

Namun dalam kondisi pandemi seperti saat ini, Endang mengusulkan, agar NPL tidak lagi dibebankan kepada pengembang.

Ia mengingatkan masih ada Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) yang bisa menjadi alternatif untuk menanggulangi NPL.

"Kalau memang nasabahnya sudah macet akibat PHK umpamanya, mungkin lebih baik dibiarkan sampai dengan Jamkrindo menyelesaikan masalah ini sesuai tugas dan fungsinya," tutur dia.

Selain itu, saat ini pengembang juga perlu berinovasi untuk menggali kelompok sasaran baru, yang kemampuan finansialnya minim, terkoreksi saat pandemi.

Endang memberikan contoh, sasaran tersebut bisa dari golongan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, atau ASN vertikal.

Kemudian, dia mengusulkan relaksasi kategori calon nasabah non-fixed income atau pegawai kontrak dan wiraswasta agar pengajuan keduanya dapat diterima, namun dengan catatan tertentu.

Untuk itu, dia mengusulkan mitigasi risiko agar kalangan ini tidak dinomordukan.

"Dan untuk ini kami dari Himperra mengusulkan beberapa mitigasi di antaranya buyback guarantee khusus pandemi," ucap Endang.

Mitigasi lainnya adalah persyaratan saldo mengendap yang diperbesar. Kemudian guna menyokong usulan buyback guarantee, maka cukup dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

Selanjutnya, Himperra juga mengusulkan adanya partisipasi BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK), khususnya bagi debitur yang terkenda dampak akibat pandemi.

Menurutnya, aset debitur yang berada di BPJS-TK dapat dicairkan. Dengan demikian, debitur yangterdampak pandemi dapat mempertahanankan kreditnya

Gagasan ini diusulkan lantaran 70 persen dari total jumlah debitur merupakan anggota BPJS-TK.

"Dan notabene mereka mempunyai aset di BPJS-TK. Sebaiknya kita juga melobi supaya dana atau aset itu bisa disalurkan untuk jadi jembatan mempertanahnkan KPR para panggota BPJS-TK selama pandemi," tutur dia.

https://properti.kompas.com/read/2020/05/20/183000221/ini-usulan-pengembang-rumah-rakyat-atasi-dampak-covid-19

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar